Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
Mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A].
  • BKPM & DEN matangkan regulasi Family Office Bali dengan kiblat sistem hukum Abu Dhabi.
  • Presiden Prabowo targetkan pusat finansial khusus untuk tampung pelarian modal global.
  • Pemerintah kaji penerapan 'Common Law' di Bali demi tarik minat investor kelas kakap.

Suara.com - Pemerintah terus memacu akselerasi proyek kontroversial Family Office yang direncanakan berpusat di Pulau Dewata, Bali.

Meski menuai pro-kontra terkait urgensi dan skema regulasinya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan proyek "gudang uang" orang kaya dunia ini tengah digodok serius bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang membedah aturan main agar proyek ini tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas. Fokus utamanya adalah memastikan ekosistem tersebut benar-benar berfungsi saat diluncurkan.

"Kami berbicara dengan DEN, lagi mengkaji pembangunan family office ini, aturan-aturan apa saja, dan yang paling penting bagaimana kalau itu ada benar-benar bisa berjalan dan berfungsi. Ini sedang kita detailkan," ujar Rosan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Rosan tak menampik bahwa Indonesia tengah "mencontek" kesuksesan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), dalam mengelola dana investasi global. Model financial office di sana dianggap paling relevan untuk diterapkan di tanah air.

Tak tanggung-tanggung, koordinasi intensif dengan pihak Abu Dhabi pun telah dilakukan, terutama menyangkut penggunaan sistem hukum common law yang biasanya lebih disukai investor kakap namun kerap bersinggungan dengan tatanan hukum domestik.

"Penggunaan misalnya enclave common law dan lain-lain sedang kita kaji. Kita juga hitung berapa potensi dana yang masuk. Pembicaraan sudah cukup intens," tegasnya.

Proyek ini sejatinya bukanlah barang baru. Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa gagasan membangun Special Financial Center ini merupakan usulan lama dari Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4), Prabowo menegaskan bahwa lembaga ini dirancang sebagai "sekoci" bagi modal asing yang ingin keluar dari zona konflik, khususnya di Timur Tengah, untuk mencari pelabuhan investasi yang aman.

"Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat," kata Presiden, sembari mengonfirmasi bahwa Bali tetap menjadi kandidat terkuat lokasi pusat finansial khusus tersebut.

Kini publik menanti, apakah "karpet merah" yang disiapkan pemerintah melalui sistem hukum khusus ini benar-benar akan membawa durian runtuh bagi ekonomi nasional, atau justru menciptakan eksklusivitas baru di tengah sorotan tajam publik soal kedaulatan hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:28 WIB

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

News | Senin, 13 April 2026 | 16:32 WIB

Rosan Optimistis Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp497 Triliun

Rosan Optimistis Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp497 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:14 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB