BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 13 Juli 2026 | 15:22 WIB
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
ARSIP-Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di Munas HIPMI XVIII (Gerindra)
baca 10 detik
  • Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, membantah kaitan antara pidato Presiden Prabowo dengan penurunan IHSG serta arus modal asing keluar.
  • BEI menegaskan bahwa keputusan investasi saat ini didasarkan pada pertimbangan rasional ekonomi global dibandingkan pengaruh politik domestik nasional.
  • Volatilitas pasar saham domestik dipicu ketidakpastian global seperti kebijakan tarif Amerika Serikat serta eskalasi konflik geopolitik dunia internasional.

Suara.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan klarifikasi terkait spekulasi yang berkembang di media sosial mengenai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kabar tersebut marak mengaitkan pergerakan negatif indeks serta derasnya arus modal asing yang keluar (foreign net sell) dengan substansi pidato Presiden Prabowo Subianto pada momen-momen tertentu.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa tren pelepasan aset oleh investor asing yang terjadi sejak masa pemilihan umum hingga pasca-pelantikan presiden tidak dapat disimpulkan sebagai dampak langsung dari dinamika kepemimpinan nasional.

Menurutnya, keputusan penempatan dana di pasar modal saat ini murni didasarkan pada pertimbangan rasional ekonomi dan kondisi pasar global, bukan karena faktor politik domestik.

"Jika kita cermati dari waktu ke waktu, korelasi antara dinamika politik dengan keputusan investasi itu justru semakin berkurang. Pada era 1980-an, keterkaitan antara aktivitas politik dan pergerakan pasar memang masih tinggi. Namun, saat ini tren tersebut telah bergeser," urai Jeffrey saat memberikan keterangan di Gedung BEI, Senin (13/7/2026).

Jeffrey menambahkan bahwa fenomena menipisnya pengaruh politik terhadap pasar saham merupakan hal yang lumrah terjadi di negara-negara dengan sistem demokrasi dan ekonomi yang telah mapan.

Ia mencontohkan pasar modal di Amerika Serikat, di mana aktivitas politik praktis hampir tidak memiliki hubungan kausalitas langsung dengan iklim investasi di bursa.

"Kami melihat pola di Indonesia saat ini mengarah ke sana, dan kondisi tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Korelasi antara agenda politik dengan aktivitas transaksi di pasar modal sudah tidak terlalu signifikan," jelasnya.

Jeffrey lantas menilai pandangan publik yang menghubungkan koreksi IHSG dengan pidato presiden sebagai kesimpulan yang kurang tepat karena mengabaikan variabel-variabel makro lain yang jauh lebih memengaruhi psikologis pasar.

baca juga

"Harusnya tidak demikian, sebab pada saat yang bersamaan terdapat faktor-faktor lain yang secara riil muncul ke permukaan. Menghubung-hubungkan kedua hal tersebut saya kira kurang pas. Setiap langkah investasi tentu memiliki kalkulasi ekonomi yang rasional dan tidak dapat disederhanakan hanya pada satu atau dua faktor saja," tegas Jeffrey.

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]

Pihak bursa mengidentifikasi bahwa motor penggerak utama di balik tingginya volatilitas pasar saham domestik saat ini adalah tingginya tingkat ketidakpastian global (global uncertainty).

Salah satu pemicu utamanya adalah kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam setahun terakhir, yang secara sistemik menciptakan ketidakpastian tinggi pada arsitektur ekonomi dunia dan membuat para pelaku pasar bersikap lebih konservatif.

Di samping kebijakan dagang AS, ketegangan geopolitik yang berlarut-larut di berbagai kawasan—seperti perang Rusia-Ukraina serta konflik bersenjata di Timur Tengah—turut memperparah fluktuasi pasar finansial internasional.

Konflik-konflik tersebut secara langsung memicu ketidakstabilan harga minyak mentah dunia, yang berimbas pada lonjakan biaya produksi korporasi serta mengoreksi prospek pertumbuhan ekonomi global.

"Faktor utama yang memengaruhi adalah uncertainty yang tinggi terhadap jalannya aktivitas ekonomi. Kebijakan tarif dari pemerintah Amerika memicu ketidakpastian yang sangat besar. Ditambah lagi dengan instabilitas akibat perang di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina yang membuat harga komoditas energi menjadi tidak stabil," papar Jeffrey.

Ia justru mengatakan bahwa pasar keuangan modern saat ini jauh lebih sensitif dan responsif terhadap dinamika internasional. Mulai dari eskalasi maupun deeskalasi konflik regional, arah kebijakan proteksionisme perdagangan AS, hingga keputusan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:17 WIB

Diplomasi Candi: Apa Rahasia di Balik Pertemuan Prabowo Subianto dan Narendra Modi?

Diplomasi Candi: Apa Rahasia di Balik Pertemuan Prabowo Subianto dan Narendra Modi?

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 11:59 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:00 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 08:21 WIB

Terkini

Stop Ubah Hobi Jadi Side Hustle! Beri Ruang untuk Hal yang Membahagiakan

Stop Ubah Hobi Jadi Side Hustle! Beri Ruang untuk Hal yang Membahagiakan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Dari Pelantang ke Telinga Istana, Ujian Baru Komunikasi Pemerintahan Prabowo

Dari Pelantang ke Telinga Istana, Ujian Baru Komunikasi Pemerintahan Prabowo

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Andien Temukan Benjolan di Payudara saat Remaja, Pengalaman Ini Bikin Pola Makannya Berubah

Andien Temukan Benjolan di Payudara saat Remaja, Pengalaman Ini Bikin Pola Makannya Berubah

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Apakah Matcha Mengandung Kafein? Ini Perbandingannya dengan Kopi

Apakah Matcha Mengandung Kafein? Ini Perbandingannya dengan Kopi

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Rudy Mas'ud Viral Lagi, Kali Ini Kedapatan di Singapura saat Kaltim Karhutla

Rudy Mas'ud Viral Lagi, Kali Ini Kedapatan di Singapura saat Kaltim Karhutla

Kaltim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo

Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan

Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Industri Event Siapkan Kalkulator Ekonomi untuk Hitung Kontribusi ke PDB Indonesia

Industri Event Siapkan Kalkulator Ekonomi untuk Hitung Kontribusi ke PDB Indonesia

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:43 WIB

IHSG Diguncang Isu MSCI dan Politik, Volatilitas Pasar Modal Gejolak Ekstrem

IHSG Diguncang Isu MSCI dan Politik, Volatilitas Pasar Modal Gejolak Ekstrem

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Berapa Harga Parfum Mykonos Ori? Intip Keseluruhan Variannya

Berapa Harga Parfum Mykonos Ori? Intip Keseluruhan Variannya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:38 WIB

×