- Menko Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5 persen pada kuartal pertama dan 5,3 persen di tahun 2026.
- Stabilitas ekonomi nasional didukung oleh surplus neraca perdagangan, sektor manufaktur yang ekspansif, serta pengelolaan APBN yang terjaga dengan baik.
- Pemerintah berhasil meningkatkan realisasi investasi hilirisasi serta memperbaiki indikator sosial melalui penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran nasional.
Sedangkan di sektor investasi, komitmen penanaman modal asing (FDI) terus menunjukkan tren positif, mencakup proyek-proyek strategis, termasuk sektor energi, semikonduktor, dan pusat data.
“Indonesia memiliki lahan, Indonesia memiliki harga energi yang kompetitif, dan kita juga memiliki energi bersih. Harga air kita juga kompetitif. Jadi, sebagian besar perusahaan AS, atau bahkan perusahaan regional, termasuk China, berkomitmen untuk berinvestasi di pusat data Indonesia. Indonesia memiliki populasi lebih dari 280 juta jiwa. Saya pikir digital adalah salah satu hal yang masih menarik bagi sebagian besar investor, terutama dengan AI, komputasi kuantum, mereka membutuhkan lebih banyak pusat data,” pungkas Airlangga.