Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

M Nurhadi

Kamis, 16 April 2026 | 07:44 WIB
Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman
Pemerintah Iran menyatakan siap membuka akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal Jepang di tengah meningkatnya perang melawan AS dan Israel. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pemerintahan Donald Trump berupaya mengakhiri konflik dengan Iran melalui perundingan diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad.
  • Amerika Serikat menerapkan tekanan ekonomi berupa blokade maritim dan ancaman sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran.
  • Perundingan terhambat perbedaan durasi penangguhan nuklir serta berlanjutnya serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon.

Suara.com - Pemerintahan Donald Trump menyatakan optimisme tinggi terkait peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Meski demikian, Washington tetap melancarkan ancaman berupa peningkatan tekanan ekonomi jika Teheran bersikap tidak kooperatif dalam meja perundingan.

Presiden Trump meyakini bahwa konflik yang dimulai bersama Israel pada akhir Februari lalu ini hampir berakhir.

Pernyataan ini muncul di tengah berlakunya blokade pengapalan di pelabuhan-pelabuhan Iran, yang mengakibatkan lalu lintas di Selat Hormuz merosot tajam di bawah level normal.

Sebagai bentuk daya tawar menjelang negosiasi lanjutan, Amerika Serikat memperingatkan akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara pembeli minyak Iran.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memprediksi bahwa pembelian minyak Iran oleh China akan segera terhenti akibat blokade maritim tersebut.

"Pihak Iran harus menyadari bahwa ini akan menjadi ekuivalen finansial dari aktivitas kinetik (serangan militer) yang telah kita saksikan," tegas Bessent, dikutip via Reuters pada Kamis (16/4/2026) pagi.

Pernyataan ini merujuk pada rangkaian serangan udara AS-Israel yang sebelumnya telah melumpuhkan sejumlah pemimpin Iran serta merusak kemampuan pertahanan dan angkatan laut negara tersebut.

AS juga menegaskan tidak akan memperbarui dispensasi (waiver) yang sebelumnya mengizinkan beberapa negara membeli minyak Rusia dan Iran tanpa sanksi.

baca juga

Langkah ini menandai berakhirnya upaya AS menggunakan dispensasi tersebut untuk menurunkan harga energi global yang melonjak.

Di sisi diplomasi, pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Pakistan guna melanjutkan pembicaraan pada akhir pekan ini. Sebelumnya, negosiasi pada akhir pekan lalu berakhir buntu tanpa adanya terobosan.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut komunikasi yang dimediasi Pakistan sebagai proses yang "produktif dan berkelanjutan."

Sementara itu, Panglima Militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, telah tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) untuk berupaya menjembatani perbedaan posisi antara kedua pihak.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyambut baik kedatangan Munir dan menyatakan komitmen Iran dalam menjaga stabilitas kawasan.

Titik Buntu Nuklir dan Eskalasi di Lebanon

Isu nuklir masih menjadi hambatan utama. Berdasarkan informasi dari sumber terkait, AS mengusulkan penangguhan aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun.

Sebaliknya, Teheran hanya menawarkan penghentian selama tiga hingga lima tahun dan mendesak penghapusan sanksi internasional secara menyeluruh.

Situasi perdamaian semakin pelik karena Israel terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Israel dan AS mengeklaim operasi di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata, sementara Iran bersikeras bahwa serangan tersebut melanggar kesepakatan April lalu.

Militer AS mengeklaim bahwa dalam 48 jam pertama blokade, tidak ada kapal yang berhasil menembus penjagaan pasukan AS menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.

Namun, kantor berita Iran, Fars News, melaporkan bahwa sebuah kapal supertanker Iran berhasil melintasi selat menuju Pelabuhan Imam Khomeini meskipun ada blokade.

Menanggapi situasi ini, komando militer gabungan Iran memperingatkan akan menghentikan arus perdagangan di Teluk, Laut Oman, hingga Laut Merah jika blokade berlanjut. Presiden Trump membalas dengan ancaman eskalasi militer yang lebih merusak.

"Kami bisa melumpuhkan setiap jembatan dan pembangkit listrik mereka hanya dalam waktu satu jam. Kami tidak ingin melakukan itu, tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti," ujar Trump kepada Fox Business Network.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?

FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 21:12 WIB

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah

Video | Rabu, 15 April 2026 | 18:50 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Penumpang MRT Dievakuasi Massal, Gerbong Berasap di Stasiun Bukit Gombak

Penumpang MRT Dievakuasi Massal, Gerbong Berasap di Stasiun Bukit Gombak

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:52 WIB

Kini Bela SC Heerenveen, Mees Hilgers Kecewa Gagal Gabung ke Juara 2X Liga Champions

Kini Bela SC Heerenveen, Mees Hilgers Kecewa Gagal Gabung ke Juara 2X Liga Champions

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 15:52 WIB

Warga 9 Kelurahan Jakbar dan Jakut Siap-Siap, Pasokan Air Bersih Terganggu hingga Besok

Warga 9 Kelurahan Jakbar dan Jakut Siap-Siap, Pasokan Air Bersih Terganggu hingga Besok

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:51 WIB

Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah

Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 15:51 WIB

Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer

Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:50 WIB

MBG Ikut Dongkrak Harga Pangan, Pedagang Pasar Mulai Tertekan

MBG Ikut Dongkrak Harga Pangan, Pedagang Pasar Mulai Tertekan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:49 WIB

Hakim Kabulkan Praperadilan Roy Suryo, Menkeu Kena Perintah Bayar Ganti Rugi

Hakim Kabulkan Praperadilan Roy Suryo, Menkeu Kena Perintah Bayar Ganti Rugi

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:45 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, DPR: Gaya 'Koboi' Kini Berganti Sosok Pendiam yang Bekerja

Suahasil Gantikan Purbaya, DPR: Gaya 'Koboi' Kini Berganti Sosok Pendiam yang Bekerja

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:44 WIB

Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI

Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:41 WIB

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 15:40 WIB

×