- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Amerika Serikat merupakan mitra dagang utama yang memberikan surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia.
- Negosiasi intensif sejak April 2025 berhasil menurunkan tarif ekspor hingga pembebasan tarif nol persen bagi 1.819 produk Indonesia.
- Kebijakan perdagangan ini memperkuat sektor industri padat karya domestik yang menyerap lima juta tenaga kerja nasional.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan soal pentingnya hubungan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat.
Menko Perekonomian menerangkan kalau AS konsisten menjadi penyumbang surplus perdagangan tertinggi sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar bagi Indonesia.
“Kenapa Amerika penting? Karena sebetulnya neraca dagang yang positif tertinggi itu dengan Amerika. Amerika mengimpor produk manufaktur Indonesia. Minyak sawit, elektronik, sepatu, tekstil, furniture, dan yang lain. Itu yang membedakan Amerika dengan negara lain,” katanya, dikutip dari siaran pers, Rabu (15/4/2026).
Airlangga mengungkapkan, Pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat yang berlangsung intensif sejak April 2025 hingga awal 2026.
Rangkaian pertemuan bilateral menghasilkan penurunan tarif terhadap sejumlah produk Indonesia, termasuk penyesuaian tarif dari sebelumnya 32 persen menjadi sekitar 19 persen untuk komoditas tertentu, serta peluang pembebasan tarif (0%) bagi 1.819 produk terpilih.
Ia menilai, kebijakan ini memberikan perlindungan sekaligus dorongan kuat bagi industri padat karya dalam negeri yang menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja.

Selain itu, kerja sama ekonomi bilateral dengan AS semakin diperkuat di berbagai sektor strategis, termasuk pangan, industri, energi, dan teknologi, serta mendorong penguatan kerja sama pada bidang ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta penyelesaian hambatan non-tarif.
Menko Airlangga menambahkan bahwa Indonesia memiliki posisi yang strategis dan high profile di tingkat internasional. Peran aktif Indonesia dalam mendorong stabilitas, perdamaian, dan kerja sama internasional turut memperkuat posisi kepemimpinan Indonesia di mata dunia.
Dalam berbagai forum global, Indonesia dipandang sebagai mitra yang memiliki pengaruh dan kredibilitas, sehingga sering menjadi prioritas dalam proses dialog maupun perundingan strategis.
“Nah ini mungkin yang mempermudah untuk kita menyelesaikan seluruh perundingan. Kalau Indonesia tidak high profile, Indonesia tidak menjadi prioritas. Dengan Amerika misalnya, Indonesia kan sebetulnya positif neraca perdagangan dengan Amerika 20 miliar Dolar AS, namun Indonesia tetap menjadi prioritas,” jelas Airlangga.