Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah mengkhawatirkan ancaman daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga platik. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Pelaku usaha ritel di Indonesia menghadapi kenaikan harga barang sebesar 5 hingga 10 persen sejak dua minggu terakhir.
  • Kenaikan biaya bahan baku plastik akibat konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga produk rumah tangga dan elektronik.
  • Hippindo mengkhawatirkan penurunan daya beli masyarakat sehingga pelaku usaha berupaya mengoptimalkan promosi serta program belanja domestik lainnya.

Suara.com - Pelaku usaha ritel mulai merasakan kenaikan harga barang di pasar dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku, khususnya plastik yang banyak digunakan dalam berbagai produk.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah, mengatakan kenaikan harga sudah mulai diterima dari para pemasok dalam dua minggu terakhir.

Kenaikan harga plastik merupakan imbas dari memanasnya situasi di Timur Tengah lantaran adanya perang Iran dengan  Amerika Serikat (AS)-Israel.

"Ya, saat ini kami di ritel sudah terima kenaikan harga dari supplier. Jadi dari dua minggu lalu, atau minggu lalu juga udah masuk, dalam proses kami menegosiasi harga, harga lama. Tapi kalau nggak bisa ya kami nego harganya naik bertahap," ujar Budiharjo di Gedung SMESCO, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Budi menambahkan, kenaikan harga saat ini paling terasa pada produk yang menggunakan bahan plastik, baik di sektor rumah tangga maupun industri, termasuk elektronik.

 "Artinya memang udah kenaikan harga itu terutama dari pengusaha makanan minuman, yang elektronik juga, alat listrik yang berhubungan kabel-kabel tuh naik semua. Alat-alat listrik, alat elektronik yang ada berhubungan sama plastik tuh semua naik. Ya, ember-ember itu naik semua itu," ucapnya.

Menurut Budi, rata-rata kenaikan harga di sektor ritel saat ini berada di kisaran 5 sampai 10 persen.

"Rata-rata 10 persen. Uh ya, tapi kami lagi nego ya, ada yang naik 5, 10 gitu, ya," ucapnya.

Meski demikian, tidak semua harga langsung disesuaikan. Sejumlah pelaku usaha masih menahan kenaikan harga sambil melakukan negosiasi dengan pemasok.

Budi menjelaskan, kenaikan harga ini turut berdampak pada kinerja penjualan ritel, meski secara nominal terlihat mengalami peningkatan.

"Kalau cash flow gini, sebenarnya kenaikan itu kan inflasi ya. Jadi kami kelihatannya ada, ada kenaikan penjualan jadi sebenarnya. Ya, karena kebetulan tetap ada kan, jadi ada kenaikan omzet secara nggak langsung mungkin 5 persen. Nah, itu didorong dari inflasi," jelasnya.

Namun, ia mengingatkan adanya potensi tekanan terhadap daya beli masyarakat jika kenaikan harga terus berlanjut.

"Nah, kalau cash flow kan kami bayar ke ritel, ke supplier kan term of payment. Jadi tidak ada masalah karena kami terimanya cash. Jadi artinya secara cash flow yang jadi masalah mungkin adalah kami khawatirkan daya beli," ucapnya. 

Untuk menjaga penjualan, pelaku usaha ritel mulai menyesuaikan strategi, termasuk melakukan promosi dan mengoptimalkan program belanja domestik.

"Dengan adanya kenaikan ini, makanya kami inisiasi program-program Belanja di Indonesia Aja, kami coba optimalkan turis luar negeri masuk ke Indonesia belanja, terus uh bagaimana juga promosi-promosi agar stok lama bisa imbangin dengan harga baru. Jadi ada yang harga kami turunkan, ada harga yang naik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB

Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis

Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:44 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB

Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI

Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:29 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:05 WIB

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:58 WIB

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB