Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 13:03 WIB
IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG terkoreksi 0,36 persen ke level 7.596 pada penutupan sesi pertama perdagangan akibat aksi ambil untung investor.
  • Pasar domestik cenderung wait and see terhadap konflik Timur Tengah meskipun bursa regional Asia sedang bergerak menguat.
  • IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5 persen akibat dampak perlambatan ekonomi global.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terkoreksi pada perdagangan hari ini, di mana penutupan sesi I turun 27 poin atau 0,36 persen ke level 7.596.

Mengutip riset Pliarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi saat bursa regional Asia justru bergerak menguat. Sentimen positif datang dari harapan dimulainya kembali negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta rilis data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan.

Pasar saat ini menaruh perhatian pada potensi perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran selama dua minggu guna membuka ruang pembicaraan damai. Meski demikian, situasi di Selat Hormuz masih menjadi sorotan karena jalur distribusi energi global itu masih berada dalam kondisi tidak sepenuhnya normal.

Prospek negosiasi damai tersebut turut mendorong penurunan harga minyak ke bawah 100 dolar AS per barel, sehingga membantu meredakan kekhawatiran inflasi global.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari China, data ekonomi juga memberikan sentimen positif. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tercatat sebesar 5 persen secara tahunan pada kuartal I-2026, meningkat dari 4,5 persen pada kuartal sebelumnya dan sedikit melampaui ekspektasi pasar. Secara kuartalan, ekonomi Tiongkok tumbuh 1,3 persen, sejalan dengan proyeksi.

Meski demikian, dari dalam negeri, pergerakan IHSG cenderung variatif. Pelaku pasar masih memilih sikap wait and see terhadap perkembangan konflik Timur Tengah, mengingat belum adanya jadwal resmi untuk putaran kedua negosiasi AS dan Iran.

Selain itu, aksi profit taking juga membayangi pasar setelah IHSG mencatat reli selama lima hari berturut-turut.

Sentimen lainnya datang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen pada 2026, turun dari proyeksi sebelumnya 5,1 persen, sebelum kembali naik tipis menjadi 5,1 persen pada 2027.

Sementara secara global, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia melambat ke level 3,1 persen pada 2026 akibat dampak konflik Timur Tengah.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 24,18 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,74 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,64 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 344 saham bergerak naik, sedangkan 340 saham mengalami penurunan, dan 275 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain DEFI, KRYA, WBSA, SMDM, dan EMDE.

Sementara saham dengan penurunan terdalam di antaranya PSDN, SDMU, ROTI, ASPR, dan SMIL.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:01 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB