Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Achmad Fauzi

Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?
Potret masyarakat kelas menengah di pusat perbelanjaan. [Suara.com/Alfian Winanto].
  • Laporan Katadata Insight Center mencatat penurunan proporsi kelas menengah Indonesia dari 21,5 persen pada 2019 menjadi 16,9 persen pada 2024.
  • Penurunan jumlah kelas menengah yang krusial bagi konsumsi rumah tangga ini menjadi tantangan serius bagi target Indonesia menjadi negara maju.
  • Masyarakat kelas menengah kini mengandalkan pekerjaan sampingan sebagai strategi adaptasi menghadapi tekanan ekonomi serta ketidakpastian pendapatan di masa depan.

Suara.com - Kondisi kelas menengah di Indonesia menunjukkan tren terus merosot. Berdasarkan riset terbaru Katadata Insight Center melalui laporan Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) 2026, jumlah kelas menengah terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Co-founder & CEO Katadata Indonesia, Metta Dharmasaputra, mengungkapkan proporsi kelas menengah turun dari 21,5 persen pada 2019 menjadi hanya 16,9 persen pada 2024.

Penurunan ini menjadi sorotan karena kelas menengah memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. Pada 2024, kelompok ini tercatat menyumbang 81,5 persen dari total konsumsi rumah tangga, sementara konsumsi rumah tangga sendiri berkontribusi sebesar 58,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Middle class merupakan kunci perubahan negara dan society," ujarnya seperti dikutip di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Potret kelas menengah di pusat perbelanjaan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, kelompok masyarakat yang berada di bawah kelas menengah atau aspiring middle class justru terus meningkat. Pada 2024, jumlahnya mencapai 48,8 persen dari total populasi.

Kondisi ini menjadi tantangan serius, mengingat Bappenas sebelumnya memproyeksikan Indonesia berpeluang menjadi negara maju pada 2045 jika proporsi kelas menengah mencapai 70 persen dari total penduduk.

Temuan lain dalam riset KIMCI menunjukkan bahwa tekanan ekonomi membuat banyak masyarakat kelas menengah mulai mengubah strategi hidupnya.

Vice President Finance & Business Development Katadata, Ivan Triyogo Priambodo, menyebut satu sumber penghasilan kini tidak lagi cukup.

"Bagi kelas menengah satu sumber pendapatan tidak lagi cukup untuk memberikan kepastian karena itu pekerjaan sampingan bukan sekedar tambahan melainkan sebuah lapisan pengaman," jelas Ivan.

Menurutnya, fenomena ini mencerminkan upaya kelas menengah untuk menjadi lebih adaptif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Research Analyst Katadata Insight Center, Kholis Dana P., menekankan pentingnya peran kebijakan publik dalam menjaga daya tahan kelas menengah.

"Kelas menengah bukan hanya tentang perlindungan, tetapi tentang memastikan mereka tetap tumbuh dan berkontribusi secara berkelanjutan," kata Kholis.

Adapun, tak hanya soal kelas sosial masyarakar Riset KIMCI 2026 juga menyoroti perlunya solusi jangka panjang, mulai dari menjaga daya beli, memperluas akses pekerjaan, hingga pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB

Terkini

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB