Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 17 April 2026 | 16:44 WIB
Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp17.188 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 17 April 2026.
  • Pelemahan mata uang Garuda dipicu oleh dominasi sentimen negatif domestik dibandingkan faktor eksternal di pasar keuangan.
  • Investor kini memantau perkembangan konflik Timur Tengah serta menanti keputusan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren negatif pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (17/4/2026).

Mata uang Garuda tercatat melemah cukup dalam hingga menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah. Padahal indeks dolar AS sendiri tengah berada dalam posisi yang tidak terlalu tangguh.

Berdasarkan, data bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 17.188. Level ini membuat rupiah melemah 0,29 persen dibandingkan perdagangan Kamis (16/4/2026) di level Rp 17.138.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah kali ini lebih banyak datang dari faktor internal ketimbang eksternal. Menurutnya, sentimen negatif domestik menjadi faktor determinan yang membuat rupiah kehilangan tajinya.

BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]
Rupiah masih loyo terhadap dolar AS. [Antara]

"Rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor terlemah sejarah. Sentimen negatif domestik masih menjadi pemicu utama perlemahan rupiah," ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.

Kondisi ini terbilang ironis mengingat indeks dolar AS (DXY) sebenarnya sedang bergejolak rendah. Walaupun sempat mengalami rebound tipis, indeks dolar AS masih tertahan di sekitar level terendahnya dalam enam minggu terakhir. Hal ini mengonfirmasi bahwa pelemahan rupiah bukan semata-mata karena keperkasaan greenback, melainkan beban berat dari dalam negeri.

Menatap awal pekan depan, Lukman menilai pergerakan rupiah masih akan sangat bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah. Jika ada titik terang mengenai perdamaian di kawasan tersebut, hal itu diharapkan mampu memberikan napas buatan bagi rupiah.

"Untuk Senin akan tergantung pada perkembangan seputar Timur Tengah. Hanya apabila ada harapan besar pada perdamaian, hal itu bisa mendukung rupiah. Namun, secara keseluruhan sentimen domestik masih lebih membebani," tambahnya.

Selain faktor geopolitik, para investor kini tengah bersikap wait and see mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan pada pekan depan. Pasar memprediksi Bank Indonesia akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini.

"Investor mengantisipasi RDG BI minggu depan yang hingga saat ini masih diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Keputusan untuk menahan bunga ini dinilai akan semakin membebani posisi rupiah ke depannya," jelasnya.

Sementara kurs Jisdor BI, rupiah ada di level Rp17.189. Hal ini juga terjadi pada mata uang Asia lainnya yang juga melemah.

Di mana, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,33 persen.

Selain itu, ada won Korea Selatan yang ambles 0,17 persen dan dolar Taiwan yang ditutup tertekan 0,13 persen. Disusul, peso Filipina yang ditutup turun 0,1 persen

Berikutnya, ringgit Malaysia terkoreksi 0,08 persen. Lalu, yen Jepang dan yuan China sama-sama tergelincir 0,07 persen.

Kemudian, dolar Hong Kong yang turun 0,05 persen serta dolar Singapura yang bergerak tipis dengan kecenderungan melemah di sore ini. Sedangkan, rupee India jadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah melonjak 0,44 persen terhadap the greenback.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:51 WIB

Terkini

Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air

Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 16:35 WIB

Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF dan Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan

Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF dan Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:59 WIB

Kemenperin: Industri Jamin Stok Plastik Aman

Kemenperin: Industri Jamin Stok Plastik Aman

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:53 WIB

Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan?

Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:46 WIB

Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran "Let Them Eat Art"

Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran "Let Them Eat Art"

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:42 WIB

Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil

Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:39 WIB

14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan

14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:33 WIB

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:57 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:50 WIB