Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Siap-siap! Harga Pakaian Bakal Melonjak Tinggi

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 17 April 2026 | 17:48 WIB
Siap-siap! Harga Pakaian Bakal Melonjak Tinggi
Harga pakaian akan mengalami kenaikan setelah biaya produksi tekstil melonjak. (dok. UNIQLO)
  • Industri tekstil Indonesia menghadapi lonjakan biaya produksi hingga 50 persen akibat kenaikan harga bahan baku yang signifikan.
  • Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyatakan kenaikan harga produk tekstil bagi konsumen sulit dihindari pada triwulan kedua tahun 2026.
  • Pelaku industri berupaya menahan kenaikan harga produk guna menjaga daya beli masyarakat dengan mengharapkan stabilitas harga energi pemerintah.

Suara.com - Pelaku industri tekstil mulai pusing menghadapi lonjakan biaya produksi, karena harga bahan baku yang meroket. Pelaku industri menyebut kenaikan biaya produksi bisa mencapai 50 persen.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan, Indonesia (API) Danang Girindrawardana menyebut tekanan terhadap biaya produksi saat ini sudah berada di level yang mengkhawatirkan, terutama dari sisi bahan baku.

"Karena itu kurang lebih di antara 22 sampai 28 persen biaya produksi, maka kenaikannya bisa separuh lebih. Lebih ya. Itu berarti pada akhirnya pengusaha akan menaikkan biaya produksi," ujar Danan kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, kenaikan tersebut tidak bisa dihindari karena komponen bahan baku menyumbang porsi besar dalam struktur biaya industri tekstil.

Benang yang sudah jadi dari proses pemintalan di sebuah industri kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (30/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pelaku Industri Tekstil mengeluhkan bahan baku yang alami kenaikan, sehingga membuat biaya poduksi naik dan berimbas pada harga pakaian. [Suara.com/Alfian Winanto]

Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak langsung kepada konsumen. Harga produk tekstil dan garmen dipastikan akan mengalami penyesuaian jika tekanan biaya terus berlanjut.

"Pada akhirnya konsumen dalam negeri kita yang akan mengalami kenaikan harga tekstil dan produk tekstil di ujung," tuturnya.

Meski demikian, pelaku industri mengaku masih berupaya menahan kenaikan harga dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan.

"Pasti akan naik, tapi kita tidak berharap tahun ini ya. Kita lihat perkembangannya karena," jelasnya.

Upaya penahanan harga ini juga menjadi bagian dari strategi industri agar pasar domestik tidak terguncang dalam jangka pendek.

Namun, kemampuan industri untuk menahan harga dinilai sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, khususnya terkait stabilitas harga energi.

"Hanya, hanya kami sangat membutuhkan ketegasan pemerintah untuk benar-benar memastikan tidak mengalami kenaikan harga energi dan BBM sampai tahun 2026. Itu sangat membantu," ungkapnya.

Danang menjelaskan, keputusan untuk belum menaikkan harga saat ini masih ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang dibeli pada periode sebelumnya.

Kendati demikian, kondisi tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Memasuki triwulan kedua 2026, industri harus kembali melakukan impor bahan baku dengan harga yang lebih tinggi.

"Tapi triwulan kedua, which is bulan Mei sampai ke depan ini kan sudah harus impor lagi," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Kelas Menengah di RI Capai 185,35 Juta Orang, Terancam Turun Buntut Tekanan Daya Beli

Kelas Menengah di RI Capai 185,35 Juta Orang, Terancam Turun Buntut Tekanan Daya Beli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:45 WIB

Satu Kapal Setara Ribuan Truk, Ini Efisiensi Distribusi BBM

Satu Kapal Setara Ribuan Truk, Ini Efisiensi Distribusi BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:41 WIB

Investor RI Kini Bisa Beli Saham Global Lewat Blockchain, Begini Caranya

Investor RI Kini Bisa Beli Saham Global Lewat Blockchain, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:34 WIB

BRI Setor Dividen Jumbo ke Danantara, Indef: Bukti Dukungan Program Pemerintah

BRI Setor Dividen Jumbo ke Danantara, Indef: Bukti Dukungan Program Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:13 WIB

Temukan Peluang Kembangkan Usaha, Mardiana Pilih Tumbuh Bersama PNM Mekaar

Temukan Peluang Kembangkan Usaha, Mardiana Pilih Tumbuh Bersama PNM Mekaar

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:06 WIB

Bahlil Ungkap Nasib Harga BBM Pertamax Cs, Kapan Diumumkan?

Bahlil Ungkap Nasib Harga BBM Pertamax Cs, Kapan Diumumkan?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:02 WIB

Pertanian dan UMKM Jadi Andalan Ekonomi Baru

Pertanian dan UMKM Jadi Andalan Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 16:53 WIB

Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD

Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 16:44 WIB

Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air

Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 16:35 WIB

Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF dan Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan

Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF dan Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:59 WIB