Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Harris Arthur Hedar. [Suara.com/Yasir]
  • Prof Harris desak algoritma tidak kebal hukum dan bisa digugat seperti produk fisik lainnya.
  • Algoritma bukan teknologi netral, melainkan desain komoditas yang memicu dampak psikologis.
  • Usul rekonseptualisasi algoritma sebagai produk cacat desain dalam gugatan class action

Suara.com - Ketua Umum Peradi sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar melontarkan kritik tajam terhadap kekebalan hukum yang seolah dinikmati oleh penyedia platform digital. Ia mendesak para praktisi hukum untuk berani mendobrak dogmatisme klasik yang selama ini membiarkan algoritma berada di ruang impunitas.

Prof Harris menyoroti anomali hukum dalam era ekonomi digital. Menurutnya, ada standar ganda dalam pertanggungjawaban produk antara industri konvensional dan teknologi.

"Jika rokok menyebabkan kanker, kita menggugat perusahaan rokok. Jika kosmetik merusak kulit, kita menggugat produsennya. Ada entitas fisik yang jelas. Namun, algoritma berbeda. Ia bukan produk dalam arti klasik, ia adalah black box yang dinamis," ujar Prof Harris dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Wakil Rektor Universitas Jayabaya ini menegaskan bahwa dalih "netralitas teknologi" yang sering dipakai perusahaan raksasa teknologi sudah tidak relevan. Pasalnya, kurasi informasi yang dahulu dilakukan secara profesional oleh editor, kini sepenuhnya diambil alih oleh algoritma yang membawa misi desain tertentu.

"Teknologi tidak pernah netral. Ia membawa misi, desain, dan konsekuensi," tegasnya.

Ia membeberkan tiga tantangan besar mengapa algoritma sulit tersentuh hukum. Pertama, sulit membuktikan algoritma sebagai penyebab langsung kekerasan atau bunuh diri karena perusahaan selalu berlindung di balik "kehendak bebas" pengguna.

Kedua, algoritma bukan manusia atau badan hukum, sehingga sulit dijadikan objek gugatan perdata atau class action. Ketiga, pengembang algoritma umumnya berada di luar negeri, membuat eksekusi putusan hukum nasional sering kali menjadi utopia.

Meski kompleks, Prof Harris menawarkan jalan keluar konkret. Ia mendorong agar algoritma dikategorikan sebagai "produk" dalam ranah product liability (tanggung jawab produk). Walau tak berwujud fisik, algoritma adalah komoditas dalam attention economy.

"Jika platform tahu desain algoritmanya memicu polarisasi atau kekerasan tapi tetap lanjut demi keuntungan (engagement), maka itu adalah kealpaan berat (gross negligence)," lanjutnya.

Ia berharap hukum segera hadir sebagai panglima di ruang siber. Menggugat algoritma, menurut Prof Harris, bukanlah upaya menghambat inovasi, melainkan langkah untuk memastikan martabat manusia dan keadilan sosial tetap terjaga di tengah gempuran teknologi.

"Saatnya hukum memastikan inovasi selaras dengan nilai-nilai keadilan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malam Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Soroti Perjuangan Hadirkan Akses hingga Pelosok Negeri

Malam Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Soroti Perjuangan Hadirkan Akses hingga Pelosok Negeri

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Pakai AI, Peneliti Temukan Pengadaan Aneh Komdigi: Sewa Tanaman Hias Tembus Rp1 Miliar

Pakai AI, Peneliti Temukan Pengadaan Aneh Komdigi: Sewa Tanaman Hias Tembus Rp1 Miliar

Tekno | Jum'at, 17 April 2026 | 18:44 WIB

Semalam Malas Nikah, Pagi Malah Ingin: Bagaimana FYP TikTok Mengacak Standar Kebahagiaan Kita

Semalam Malas Nikah, Pagi Malah Ingin: Bagaimana FYP TikTok Mengacak Standar Kebahagiaan Kita

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB