Pakai AI, Peneliti Temukan Pengadaan Aneh Komdigi: Sewa Tanaman Hias Tembus Rp1 Miliar

Agung Pratnyawan, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 17 April 2026 | 18:44 WIB
Pakai AI, Peneliti Temukan Pengadaan Aneh Komdigi: Sewa Tanaman Hias Tembus Rp1 Miliar
Peneliti Indonesia Pakai AI untuk Deteksi Pengadaan Aneh di Tingkat Kementerian (Instagram/@abilsudarman)
baca 10 detik
  • AI milik Abil Sudarman deteksi pengadaan barang mewah di Kementerian Komdigi.

  • Anggaran sewa tanaman hias dan taman indoor masing-masing tembus Rp1 Miliar.

  • Biaya pemeliharaan akuarium serta ikan koi mencapai ratusan juta rupiah per tahun.

Suara.com - Penggunaan anggaran negara di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menjadi sorotan tajam.

Usai teknologi Artificial Intelligence (AI) buatan Mantan Direktur Riset AI Nasional, Abil Sudarman mendeteksi deretan pengadaan barang dan jasa yang aneh atau "absurd" di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Melalui akun Instagram pribadinya, Abil Sudarman memamerkan sebuah dashboard early warning system berbasis AI yang mampu mendeteksi pengadaan-pengadaan mencurigakan di tingkat daerah hingga kementerian.

"Kalian lihat ini, ini dashboard early warning system untuk pengadaan-pengadaan aneh di seluruh Indonesia," ujar Abil Sudarman memperlihatkan cara kerja AI buatannya untuk mendeteksi pengadaan aneh di tingkat kota, provinsi, kabupaten hingga kementerian RI.

Pada salah satu video unggahannya di Instagram, Abil Sudarman lantas menjelaskan bahwa AI buatannya mendeteksi pengadaan barang dan jasa paling aneh di Komdigi.

"Pengadaan tahun ini yang gue lihat paling aneh, dimenangkan oleh Komdigi. Kalau kemarin loker aneh, sekarang pengadaan teraneh," ujar Abil Sudarman dalam unggahannya.

Lantas, apa saja daftar pengadaan di Komdigi yang dilabeli aneh oleh AI tersebut? Berikut rangkumannya:

1. Sewa Tanaman Hias Tembus Rp 1,17 Miliar

Salah satu temuan yang paling mencengangkan adalah anggaran sewa tanaman hias untuk lantai 7 gedung Komdigi, ruang Wakil Menteri, dan rumah dinas Menteri.

baca juga

Anggarannya tak main-main, mencapai Rp 1,17 miliar untuk durasi 12 bulan.

"Rp 1 miliar buat sewa tanaman hias, buat apaan itu? Gue rasa dia bikin Garden by the Bay yang kayak di Singapura," sindir Abil.

Berdasarkan keterangan dalam AI-nya, pengadaan ini dilabeli aneh karena nilainya sangat berlebihan untuk kebutuhan estetika yang tidak esensial.

2. Sewa Taman Indoor Rp 1,14 Miliar

Masih soal tanaman, AI kembali menandai pengadaan sewa taman indoor di lingkungan kementerian dengan nilai Rp 1,14 miliar per tahun.

Teknologi tersebut menilai anggaran ini sebagai belanja non-prioritas yang berpotensi memicu persepsi buruk di masyarakat mengenai penggunaan dana publik.

3. Pemeliharaan Akuarium Rp 153 Juta

Abil juga menyoroti biaya pemeliharaan akuarium di lantai 7 gedung utama area kerja pimpinan yang mencapai Rp 153 juta.

"Akuarium apa ini Rp 153 juta? Jadi ikan apa yang hidup di akuarium ini? Kenapa bisa Rp 150 juta pemeliharaannya?" tanyanya heran.

AI memberikan label "absurd" karena pengadaan ini dianggap sebagai belanja fasilitas ornamental yang sama sekali tidak menunjang tugas pokok instansi.

4. Urus Kolam Ikan Koi Rp 126 Juta

Tak hanya akuarium, Komdigi juga menganggarkan Rp 126 juta untuk pemeliharaan kolam ikan koi selama 12 bulan.

Menurut analisis AI, belanja ini berisiko menimbulkan kecemburuan sosial karena menggunakan APBN untuk hal-hal yang bersifat hobi atau dekoratif di tengah tuntutan efisiensi anggaran layanan publik.

5. Sewa Pengharum Ruangan Rp 360 Juta

Pengadaan lain yang ikut disemprit AI adalah sewa pengharum ruangan dengan nilai fantastis, yakni Rp 360 juta.

Angka ini dinilai terlalu besar untuk sekadar kebutuhan dasar perkantoran dan berpotensi memicu indikasi pemborosan dana publik.

Abil menjelaskan bahwa semua data tersebut dianalisis secara otomatis oleh AI buatannya.

AI akan menandai (labeling) setiap item yang memiliki indikasi kuat sebagai belanja yang tidak patut atau tidak esensial bagi fungsi utama kementerian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry

Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry

Video | Jum'at, 17 April 2026 | 16:15 WIB

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Syekh Ahmad Al Misry Orang Mana? Pendakwah Kondang yang Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis

Syekh Ahmad Al Misry Orang Mana? Pendakwah Kondang yang Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 11:54 WIB

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:37 WIB

Syekh Ahmad Al Misry Resmi Dipolisikan soal Dugaan Pelecehan Sesama Jenis, Korban Diancam Fisik

Syekh Ahmad Al Misry Resmi Dipolisikan soal Dugaan Pelecehan Sesama Jenis, Korban Diancam Fisik

Video | Jum'at, 17 April 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:00 WIB

MK Ketok Palu 20 Putusan Hari Ini: Ada Gugatan Tiang Listrik PLN hingga Nasib UU PPRT

MK Ketok Palu 20 Putusan Hari Ini: Ada Gugatan Tiang Listrik PLN hingga Nasib UU PPRT

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:54 WIB

5 Zodiak yang Paling Rajin Balas VN atau Typing Panjang Saat Debat

5 Zodiak yang Paling Rajin Balas VN atau Typing Panjang Saat Debat

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:47 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

×