IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

Achmad Fauzi

Senin, 20 April 2026 | 12:50 WIB
IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 12 poin ke level 7.621 pada perdagangan Senin, 20 April 2026 di Jakarta.
  • Pergerakan pasar dipengaruhi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.
  • Sentimen domestik tertolong peringkat layak investasi dari S&P, namun tertekan oleh potensi inflasi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terkoreksi pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. IHSG merosot 12 poin atau 0,16 persen ke level 7.621.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG cenderung fluktuatif di tengah dinamika global dan domestik yang saling tarik-menarik.

Bursa saham Asia sendiri terpantau bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, meskipun dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pilarmas menjelaskan, sentimen global masih dipengaruhi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan meningkat setelah adanya penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh militer AS di Teluk Oman.

Selain itu, Iran juga memberi sinyal tidak akan melanjutkan putaran kedua negosiasi dengan Washington, yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan konflik.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, terutama terkait potensi gangguan distribusi energi di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Di tengah tekanan tersebut, pasar mendapat sedikit katalis positif dari kebijakan moneter China. Bank sentral China (PBOC) memutuskan mempertahankan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR), dengan LPR satu tahun tetap di level 3,0 persen dan LPR lima tahun di 3,5 persen.

Keputusan ini menjadi sinyal bahwa otoritas China masih menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5 persen, lebih tinggi dari capaian akhir 2025 sebesar 4,5 persen.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Hal ini menegaskan posisi Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi (investment grade).

baca juga

Pemerintah juga dinilai konsisten menjaga disiplin fiskal, termasuk memastikan defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, Pilarmas mengingatkan bahwa pasar masih menghadapi tekanan dari kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kebijakan ini berpotensi mendorong inflasi, terutama melalui kenaikan biaya transportasi dan logistik.

Di sisi lain, penahanan harga BBM subsidi memang membantu meredam dampak inflasi, namun berisiko menambah beban fiskal pemerintah melalui subsidi dan kompensasi energi.

"Bagi pasar keuangan, kondisi ini cenderung netral hingga negatif dalam jangka pendek karena menciptakan trade-off antara stabilitas inflasi dan kesehatan fiskal," jelas Pilarmas.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 23,10 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,36 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,49 juta kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:38 WIB

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:28 WIB

Terkini

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:36 WIB

Minta Jatah Riyal Saat Kunker Haji, 24 Anggota Komisi VIII DPR Dibidik KPK!

Minta Jatah Riyal Saat Kunker Haji, 24 Anggota Komisi VIII DPR Dibidik KPK!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:35 WIB

Akhir Pekan, Listrik Padam di Palembang? OPI Mall hingga RS Hermina Masuk Daftar

Akhir Pekan, Listrik Padam di Palembang? OPI Mall hingga RS Hermina Masuk Daftar

Sumsel | Jum'at, 04 September 2026 | 17:35 WIB

Gempa Cilacap Guncang Perjalanan KA, 20 Kereta di Daop 6 Yogyakarta Mendadak Berhenti

Gempa Cilacap Guncang Perjalanan KA, 20 Kereta di Daop 6 Yogyakarta Mendadak Berhenti

Jogja | Jum'at, 04 September 2026 | 17:31 WIB

Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026

Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:28 WIB

Lapak di Kedoya Ludes Terbakar, 50 Petugas Damkar Berjibaku Jinakkan Api

Lapak di Kedoya Ludes Terbakar, 50 Petugas Damkar Berjibaku Jinakkan Api

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:23 WIB

Pertalite Kembali Langka di Bogor

Pertalite Kembali Langka di Bogor

Bogor | Jum'at, 04 September 2026 | 17:21 WIB

Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 17:19 WIB

Gempa M5,3 di Selatan Cilacap Dipicu Subduksi, Getaran Terasa di 4 Provinsi

Gempa M5,3 di Selatan Cilacap Dipicu Subduksi, Getaran Terasa di 4 Provinsi

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 17:10 WIB

5 Air Mawar Lokal Selain Viva dan Manfaatnya, Harga Mulai Rp10 Ribuan Saja

5 Air Mawar Lokal Selain Viva dan Manfaatnya, Harga Mulai Rp10 Ribuan Saja

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 17:10 WIB

×