- PT Bumi Resources Tbk beralih dari batu bara menuju mineral emas dan tembaga di bawah kendali pemegang saham baru.
- Perusahaan melakukan penghapusan aset tidak produktif guna meningkatkan efisiensi neraca keuangan dan mendukung kesehatan operasional jangka panjang.
- PT Citra Palu Minerals meningkatkan kapasitas pengolahan emas dari 200 ton menjadi 500 ton per hari untuk memperkuat pendapatan.
Suara.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara resmi memulai babak baru transformasi bisnis yang berfokus pada diversifikasi portofolio.
Berdasarkan data pemegang saham per 31 Maret 2026, perseroan kini berada di bawah kendali Mach Energy (Hongkong) Limited yang menguasai 45,78 persen saham.
Langkah ini menandai pergeseran arah strategis perusahaan, dari ketergantungan pada batu bara termal menuju pengembangan mineral bernilai tinggi seperti emas dan tembaga.
Selain kemitraan utama tersebut, dukungan permodalan BUMI juga diperkuat oleh kehadiran Treasure Global Investments Limited yang memegang 3,18 persen saham.
Nama-nama besar seperti UBS Switzerland AG, GLAS Trust (Singapore) Ltd, dan Bank of Singapore Limited juga masuk jajaran pemegang saham.
Efisiensi Aset dan Langkah Akuntansi
Sebagai bagian dari pembersihan neraca keuangan, anak usaha BUMI, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), telah mengambil langkah tegas dengan melakukan penghapusan buku (write-off) terhadap aset proyek bauksit senilai USD6,47 juta pada pertengahan 2025.
Keputusan ini diambil untuk menghilangkan beban biaya pemeliharaan pada aset yang dinilai sudah tidak lagi produktif dan tidak sejalan dengan fokus bisnis saat ini.
Langkah serupa juga dilakukan oleh manajemen PT Citra Palu Minerals (CPM) yang melepaskan peralatan pabrik lama yang tidak lagi efisien.
Tindakan ini mengakibatkan pencatatan rugi pelepasan aset sebesar USD7,37 juta. Meski berdampak pada laporan laba rugi jangka pendek, kebijakan ini dipandang perlu demi menjaga kesehatan dan efisiensi operasional neraca keuangan perusahaan dalam jangka panjang.
Fokus pada Pengembangan Tambang Emas
Transformasi BUMI kini diarahkan secara masif ke sektor mineral non-batu bara melalui alokasi belanja modal (capex) yang besar.
Fokus utama pendanaan saat ini dialokasikan untuk fasilitas pinjaman jangka panjang bagi CPM guna membiayai pengembangan tambang bawah tanah (underground mining).
Saat ini, fasilitas pengolahan emas milik CPM sedang menjalani peningkatan kapasitas produksi secara signifikan. Targetnya, kapasitas pengolahan yang semula hanya 200 Ton per hari (Tpd) akan ditingkatkan menjadi 500 Tpd.
Peningkatan tonase bijih emas harian ini diproyeksikan mampu mendongkrak kontribusi arus kas yang stabil dan berkelanjutan bagi induk perusahaan, sekaligus memperkuat posisi BUMI sebagai pemain diversifikasi mineral di Indonesia.