Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 21 April 2026 | 12:07 WIB
PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?
Pemerintah bidik PPN jasa jalan tol pada 2028 demi perluas basis pajak dan target infrastruktur. Gemini AI.
baca 10 detik
  • Pajak Tol 2028: Pemerintah bidik PPN jasa jalan tol pada 2028 demi perluas basis pajak dan target infrastruktur.
  • Lonjakan BBM: Harga Pertamax Turbo & Dexlite naik drastis tanpa sosialisasi, bebani konsumen menengah ke atas.
  • Nasib Kelas Menengah: Terjepit kenaikan harga BBM dan rencana pajak tol, daya beli kelas menengah dalam ancaman serius.

Suara.com - Bagi Aris (38), seorang manajer level menengah di sebuah perusahaan logistik, aspal mulus jalan tol adalah "napas" harian. Setiap pagi, ia memacu mobil diesel keluaran 2019 miliknya dari pinggiran Bekasi menuju pusat Jakarta.

Namun, napas itu kini terasa makin sesak. Belum kering keringatnya melihat angka di SPBU yang melonjak drastis akhir pekan lalu, sebuah kabar buruk kembali datang dari Lapangan Banteng, dimana Pemerintah berencana memajaki setiap kilometer yang ia tempuh.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi memasukkan rencana pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa jalan tol dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029. Targetnya, mekanisme ini rampung pada 2028. Sebuah langkah yang disebut pemerintah sebagai "perluasan basis pajak", namun bagi kelas menengah, ini adalah serangan fajar di tengah rapuhnya daya beli.

Ambisi Infrastruktur

Kebutuhan fiskal pemerintah memang sedang berada di titik nadir. Dengan target pembangunan jalan tol baru sepanjang 2.460,69 kilometer hingga 2029, kantong negara butuh suntikan dana segar. PPN jalan tol dipandang sebagai "tambang emas" alternatif yang berkelanjutan.

"Mekanisme pemungutan PPN atas penyerahan jasa jalan tol rencana diselesaikan pada tahun 2028," tulis dokumen Renstra DJP yang dikutip Selasa (21/4/2026).

Wacana ini sebenarnya barang lama yang dipoles kembali. Pada 2015, rencana serupa sempat mencuat namun layu sebelum berkembang karena kekhawatiran akan gejolak sosial dan iklim investasi. Kini, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah tampaknya tak lagi punya pilihan selain mengetuk pintu kantong penggunanya langsung.

BBM yang "Diam-Diam" Melejit

Sentimen negatif publik makin memuncak karena rencana pajak tol ini datang hampir bersamaan dengan "kejutan" pahit di SPBU. Per 18 April 2026, tanpa sosialisasi yang memadai, harga BBM nonsubsidi melambung tinggi. Aris yang menggunakan mobil diesel kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk bisa membeli BBBM jenis Dexlite karena harganya melambung tinggi dari Rp 14.200 melonjak ke Rp 23.600 per liter.

baca juga

Tak hanya jenis BBM diesel, untuk kelas bensin seperti Pertamax Turbo juga naik dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, berkilah bahwa kenaikan ini hanya menyasar "orang kaya". "Turbo itu kan buat orang mampu semua," cetusnya di Magelang.

Namun, narasi ini dianggap menyederhanakan masalah. Banyak kelas menengah yang menggunakan kendaraan diesel modern demi efisiensi jangka panjang kini justru terjebak dalam biaya operasional yang tak masuk akal.

Anggota DPR RI, Mufti Anam, menyebut kebijakan ini dilakukan tanpa "ancang-ancang". "Masyarakat sebelumnya ditenangkan dengan narasi harga tidak akan naik, namun tiba-tiba terjadi lonjakan tanpa komunikasi," ujarnya pedas.

Nasib Kelas Menengah RI

Ekonom Celios, Bhima Yudhistira, melihat adanya upaya "pemaksaan" secara halus agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik (EV). Namun, strategi ini pincang. Di saat harga BBM ditekan naik, insentif EV justru dikabarkan berkurang pada 2026 dan rantai pasok global di Selat Hormuz membuat harga mobil listrik tetap selangit.

Menurut Bhima kelas menengah RI kini berada dalam posisi terjepit dimana biaya BBM nonsubsidi naik hampir 70% dan pajak tol menanti di depan mata.

“Untuk kelompok menengah ke atas yang biasa mengkonsumsi Pertamax Turbo ya, atau Pertamina Dex, ya, ada kecenderungan memang beralih ke mobil listrik atau EV,” kata Bhima.

Namun, ia menilai, bagi kalangan masyarakat menengah, peralihan menuju kendaraan listrik masih cukup menantang, mengingat harga yang mengalami penyesuaian karena rantai pasok produksi kendaraan terganggu, hingga insentif pemerintah terkait pembelian kendaraan listrik tahun ini yang cenderung berkurang.

“Tapi, untuk yang kelompok menengah, masih menimbang-nimbang. Karena apa? Karena efek dari gangguan produksi dan juga rantai pasok di Selat Hormuz itu berpengaruh juga terhadap komponen dan juga biaya produksi bagi EV, sehingga EV-nya juga mengalami penyesuaian yang naik,” kata Bhima.

“Kemudian, juga mempertimbangkan insentif-insentif EVdan yang banyak berkurang di 2026 ini. Jadi, memang setiap kelompok masyarakat itu akan memiliki perilaku konsumsi terhadap EV yang berbeda-beda,” sambung dia.

Harga Pertamax dan Pertamax Green Bakal Dievaluasi

Sabtu lalu, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Perseroan mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

Sementara, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Kemudian, harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp10 ribu per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan alasan harga Pertamax dan Pertamax Green tidak naik karena perusahaan masih mengevaluasinya.

"Masih dalam evaluasi,"ujar Roberth.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

Harga BBM Diesel Melejit! Segini Biaya Isi Full Tank Fortuner, Pajero Sport, dan Innova Reborn

Harga BBM Diesel Melejit! Segini Biaya Isi Full Tank Fortuner, Pajero Sport, dan Innova Reborn

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 11:28 WIB

Berapa Biaya Full Tank Fortuner dan Pajero Sport Usai Harga BBM Diesel Meroket? Jadi Segini Sekarang

Berapa Biaya Full Tank Fortuner dan Pajero Sport Usai Harga BBM Diesel Meroket? Jadi Segini Sekarang

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:25 WIB

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:20 WIB

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:13 WIB

Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi

Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:13 WIB

Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez

Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:08 WIB

Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo

Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:06 WIB

5 Tips Memilih Loose Powder yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Hasil Flawless Tanpa Iritasi

5 Tips Memilih Loose Powder yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Hasil Flawless Tanpa Iritasi

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:05 WIB

Pakai Dokumen Palsu untuk Izin Tinggal, 10 WNA Investor Bodong Segera Diadili

Pakai Dokumen Palsu untuk Izin Tinggal, 10 WNA Investor Bodong Segera Diadili

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:04 WIB

Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pelindo 60 Persen pada Semester I 2026

Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pelindo 60 Persen pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:01 WIB

×