Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 23 April 2026 | 07:16 WIB
Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Menko Infrastruktur AHY merencanakan pembangunan dan reaktivasi rel kereta api sepanjang 14 ribu kilometer di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
  • Proyek infrastruktur jangka panjang hingga tahun 2045 tersebut diperkirakan membutuhkan total anggaran investasi mencapai Rp1.200 triliun secara bertahap.
  • Pemerintah akan menerapkan skema pendanaan kreatif melalui APBN, APBD, serta kerja sama investasi swasta dalam maupun luar negeri.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pemerintah akan mereaktivasi dan membangun rel kereta api nasional sepanjang 14 ribu kilometer.

Proyek ini difokuskan pada pengembangan konektivitas di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Kita perlu membangun atau mengembangkan dan mereaktivasi kurang lebih 14.000 kilometer," kata AHY saat menggelar konferensi pers di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

AHY mencatat bahwa dari total 12.000 kilometer rel yang ada di Indonesia, 10.000 kilometer di antaranya berada di Pulau Jawa, namun hanya 7.000 kilometer yang saat ini masih aktif.

Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi menjadi wilayah yang strategis untuk pengembangan moda transportasi kereta api.

"Di wilayah-wilayah yang memang potensi utamanya adalah sumber daya alam, komoditas ekstraktif, maka perlu didukung oleh transportasi logistik kereta yang benar-benar bisa digunakan secara efektif dan efisien," kata AHY.

Ilustrasi kereta api. (Foto: Dok. PT KAI)
Ilustrasi kereta api. (PT KAI)

Dia menyebut bahwa proses pembangunannya tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat, setidaknya memerlukan waktu jangka menengah hingga panjang.

"Sehingga harus ada quick wins-nya dan harus ada anggaran yang memadai. Nah disinilah kita menghitung jumlah kira-kira kebutuhannya seperti apa dalam 20 tahun menuju 2045," kata AHY.

Berdasarkan perhitungan awal, pengembangan infrastruktur kereta api tersebut diperkirakan membutuhkan dana setidaknya Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.

baca juga

"Biayanya diperkirakan sekitar Rp1.200 triliun untuk jangka waktu 20 tahun," ujar AHY.

Dengan estimasi tersebut, dibutuhkan alokasi anggaran tahunan sekitar Rp60 triliun hingga Rp65 triliun. Meski demikian, AHY menekankan bahwa angka ini belum bersifat final.

"Karena sekali lagi membangun, mengembangkan infrastruktur itu juga sangat tergantung pada kondisi geografis dari daerah-daerah yang akan kita kembangkan," ujarnya.

AHY mengatakan, dalam proses pembangunannya tidak bisa hanya bergantung pada APBN, tapi juga dari APBD dan skema pembiayaan lainnya dengan bekerja sama dengan pihak swasta, termasuk investasi dari luar negeri.

"Jadi kita harapkan ada sumber-sumber keuangan kreatif lainnya yang bisa dikembangkan bukan hanya untuk membangun prasarana tapi juga mengembangkan industri dalam negeri," kata AHY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:17 WIB

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:04 WIB

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:16 WIB

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Video | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:04 WIB

Kejutan Lebaran dari KAI, Naik LRT Jabodebek Hanya Rp1

Kejutan Lebaran dari KAI, Naik LRT Jabodebek Hanya Rp1

Foto | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:38 WIB

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×