Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 14:34 WIB
Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?
Ilustrasi Bitcoin yang kebal terhadap perang. [ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Foto Dokumen]
  • Harga Bitcoin naik mencapai 79.500 dolar AS di Indodax saat konflik Amerika Serikat dan Iran memanas pada akhir April 2026.
  • Lonjakan harga Bitcoin didorong oleh permintaan institusional yang konsisten melalui produk spot ETF serta fenomena teknikal short squeeze pasar.
  • Arus masuk dana ke pasar kripto mencerminkan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat saat ini.

Suara.com - Harga Bitcoin kembali perkasa di tengah konflik perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Mengutip data Indodax, aset kripto itu kini harganya tembus 79.500 dolar AS, setelah sempat terkoreksi ke kisaran 74.000 dolar AS di awal pekan.

Indodax menilai penguatan ini terjadi justru saat konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Iran dilaporkan menolak melanjutkan negosiasi dengan AS, meski sebelumnya sempat ada upaya perpanjangan gencatan senjata.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pergerakan Bitcoin tidak lagi semata dipengaruhi sentimen risiko global, melainkan juga kekuatan permintaan yang semakin solid, terutama dari investor institusional.

Arus dana besar tercatat terus mengalir ke pasar kripto. Sepanjang pekan, produk spot Bitcoin ETF mencatat akumulasi dana sekitar 250,22 juta dolar AS, dengan total dana kelolaan mencapai 57,95 miliar dolar AS. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Bitcoin tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai kondisi ini mencerminkan perubahan struktur pasar kripto yang semakin matang.

Ia menjelaskan, pergerakan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang semakin konsisten dari investor institusional, yang terlihat dari arus masuk melalui produk spot ETF.

"Di tengah ketidakpastian global, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh sebagian investor sebagai momentum akumulasi. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menopang harga, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi," ujar Antony seperti dikutip, Jumat (24/4/2026).

Selain faktor geopolitik, dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Ketidakpastian arah suku bunga di tengah inflasi yang belum sepenuhnya stabil membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Meski begitu, meningkatnya penerimaan terhadap aset digital sebagai bagian dari sistem keuangan modern menjadi sentimen positif bagi prospek jangka panjang industri kripto.

Dari sisi teknikal, lonjakan harga Bitcoin juga dipicu oleh fenomena short squeeze, di mana banyak posisi jual terpaksa ditutup saat harga mulai naik. Hal ini mendorong permintaan dalam waktu singkat dan mempercepat kenaikan harga.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor geopolitik, makroekonomi, serta masuknya dana institusional menunjukkan bahwa Bitcoin mulai dilirik sebagai alternatif di tengah ketidakpastian global.

“Bagi kami melihat kondisi ini sebagai bagian dari dinamika pasar yang perlu disikapi secara bijak. Sehingga, kami mengimbau agar setiap keputusan investasi tetap didasarkan pada pemahaman yang matang serta pengelolaan risiko yang terukur," tutup Antony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:57 WIB

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:36 WIB

Dari Edukasi hingga Inovasi: Perjalanan 6 Tahun Platform Kripto di Indonesia

Dari Edukasi hingga Inovasi: Perjalanan 6 Tahun Platform Kripto di Indonesia

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar

Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:15 WIB

Bank Jago Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 42%

Bank Jago Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 42%

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 13:58 WIB

Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya

Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 13:18 WIB

Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan

Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:31 WIB

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:18 WIB