Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 10:16 WIB
Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian
Ilustrasi. Suku bunga yang masih nangkring di level tinggi, fluktuasi nilai tukar yang liar, hingga daya beli masyarakat yang loyo memaksa para pengembang untuk memutar otak lebih keras dalam mengeksekusi proyek. Foto ist.
  • Pengembang hadapi tekanan suku bunga tinggi, regulasi, dan perubahan tren pasar.
  • CEO Steven Kusumo tekankan perencanaan disiplin dan keputusan terukur hadapi ketidakpastian.
  • Sinergi dan ketepatan membaca pasar jadi modal utama keberlanjutan proyek properti.

Suara.com - Industri properti nasional resmi memasuki fase "new normal" yang penuh dengan ranjau ekonomi dan regulasi. Suku bunga yang masih nangkring di level tinggi, fluktuasi nilai tukar yang liar, hingga daya beli masyarakat yang loyo memaksa para pengembang untuk memutar otak lebih keras dalam mengeksekusi proyek.

Meski Bank Indonesia (BI) berupaya menjaga stabilitas moneter dan pemerintah mengguyur insentif sektor perumahan, nyatanya "obat" tersebut belum sepenuhnya ampuh meredam ketidakpastian di lapangan. Kondisi ini diperumit dengan pergeseran selera konsumen yang kini lebih melirik kawasan terpadu (mixed-use) dengan fasilitas komplet, ketimbang sekadar hunian konvensional.

CEO Agung Sedayu Group (ASG), Steven Kusumo, mengakui bahwa kompleksitas telah menjadi musuh utama sekaligus tantangan terbesar bagi para pengembang saat ini. Menurutnya, industri properti tidak lagi bisa berjalan dengan gaya lama yang spekulatif.

“Tantangan terbesar sebagai developer saat ini adalah kompleksitas. Mulai dari dinamika ekonomi, perubahan regulasi, hingga ekspektasi pasar yang semakin tinggi,” ujar Steven dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Steven menekankan bahwa tekanan yang datang dari berbagai arah ini harus diantisipasi secara simultan sejak tahap perencanaan. Baginya, kunci untuk bertahan di tengah badai ekonomi adalah kedisiplinan dalam mengambil keputusan bisnis.

“Kami menyikapinya dengan perencanaan yang disiplin dan pengambilan keputusan yang terukur,” tegasnya.

Selain disiplin internal, Steven menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) menjadi strategi krusial. Sinergi ini dianggap mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar yang dinamis dengan visi pengembangan jangka panjang perusahaan.

Di tengah persaingan yang makin sengit, kecepatan beradaptasi terhadap tren bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ketepatan dalam membaca arah pasar akan menentukan apakah sebuah proyek properti tetap relevan atau justru ditinggalkan oleh konsumen yang semakin selektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:28 WIB

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:56 WIB

Terkini

Menakar Kemandirian Ekonomi Perempuan RI

Menakar Kemandirian Ekonomi Perempuan RI

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:13 WIB

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:07 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:48 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:39 WIB

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:33 WIB

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB

Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group

Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:45 WIB