Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 24 April 2026 | 16:04 WIB
Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah Indonesia menangguhkan ekspor minyak mentah demi mengamankan pasokan energi domestik akibat krisis global di Timur Tengah. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menangguhkan ekspor minyak mentah demi mengamankan pasokan energi domestik akibat krisis global di Timur Tengah.
  • Kementerian ESDM berkoordinasi dengan KKKS dan Pertamina untuk mengoptimalkan penyerapan minyak mentah oleh kilang di dalam negeri.
  • Kebijakan ini diambil pada 24 April 2026 karena produksi domestik belum mencukupi kebutuhan konsumsi harian sebesar 1,6 juta barel.

Suara.com - Pemerintah menangguhkan ekspor minyak mentah demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri di tengah krisis di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia dan keterbatasan pasokan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa saat ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah menghitung volume produksi yang akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik.

"SKK Migas lagi membuat ini totalnya kira-kira berapa yang akan ditanggungkan untuk ekspor ini, digunakan untuk kebutuhan kilang di dalam negeri," kata Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Yuliot menjelaskan bahwa Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terkait kebijakan penangguhan ekspor tersebut.

Selain itu juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan minyak mentah (crude oil) domestik dapat terserap secara optimal oleh kilang-kilang di dalam negeri.

"Kami sudah membicarakan hal ini dengan KKKS dan pihak Pertamina untuk menyesuaikan kebutuhan minyak mentah di dalam negeri dengan kapasitas kilang yang ada. Semoga proses ini berjalan tanpa kendala," ujar Yuliot.

Sebagai informasi, penangguhan ekspor minyak mentah dilakukan demi memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. Melalui kebijakan ini, pemerintah meminta seluruh kontraktor migas untuk mengutamakan pasokan domestik dibandingkan pasar luar negeri.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz. Ditutupnya selat tersebut telah berdampak terhadap pasokan minyak global.

Sebelumnya Yuliot juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan melakukan impor minyak Rusia sebanyak 150 juta barel pada 2026. Impor tersebut akan dilakukan secara bertahap.

baca juga

Lebih lanjut Yuliot juga mengakui bahwa impor minyak Rusia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Karenanya pemerintah juga masih akan mengimpor minyak dari Amerika Serikat dan negara lain.

Adapun kebutuhan minyak Indonesia adalah 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi minyak di dalam negeri hanya sekitar 600.000 barel per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:21 WIB

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

Desak Transisi Energi Adil, Massa Gelar Aksi di Depan Kantor ESDM

Desak Transisi Energi Adil, Massa Gelar Aksi di Depan Kantor ESDM

Foto | Rabu, 22 April 2026 | 16:55 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×