Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 16:04 WIB
Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah Indonesia menangguhkan ekspor minyak mentah demi mengamankan pasokan energi domestik akibat krisis global di Timur Tengah. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
  • Pemerintah Indonesia menangguhkan ekspor minyak mentah demi mengamankan pasokan energi domestik akibat krisis global di Timur Tengah.
  • Kementerian ESDM berkoordinasi dengan KKKS dan Pertamina untuk mengoptimalkan penyerapan minyak mentah oleh kilang di dalam negeri.
  • Kebijakan ini diambil pada 24 April 2026 karena produksi domestik belum mencukupi kebutuhan konsumsi harian sebesar 1,6 juta barel.

Suara.com - Pemerintah menangguhkan ekspor minyak mentah demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri di tengah krisis di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia dan keterbatasan pasokan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa saat ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah menghitung volume produksi yang akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik.

"SKK Migas lagi membuat ini totalnya kira-kira berapa yang akan ditanggungkan untuk ekspor ini, digunakan untuk kebutuhan kilang di dalam negeri," kata Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Yuliot menjelaskan bahwa Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terkait kebijakan penangguhan ekspor tersebut.

Selain itu juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan minyak mentah (crude oil) domestik dapat terserap secara optimal oleh kilang-kilang di dalam negeri.

"Kami sudah membicarakan hal ini dengan KKKS dan pihak Pertamina untuk menyesuaikan kebutuhan minyak mentah di dalam negeri dengan kapasitas kilang yang ada. Semoga proses ini berjalan tanpa kendala," ujar Yuliot.

Sebagai informasi, penangguhan ekspor minyak mentah dilakukan demi memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. Melalui kebijakan ini, pemerintah meminta seluruh kontraktor migas untuk mengutamakan pasokan domestik dibandingkan pasar luar negeri.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz. Ditutupnya selat tersebut telah berdampak terhadap pasokan minyak global.

Sebelumnya Yuliot juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan melakukan impor minyak Rusia sebanyak 150 juta barel pada 2026. Impor tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Lebih lanjut Yuliot juga mengakui bahwa impor minyak Rusia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Karenanya pemerintah juga masih akan mengimpor minyak dari Amerika Serikat dan negara lain.

Adapun kebutuhan minyak Indonesia adalah 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi minyak di dalam negeri hanya sekitar 600.000 barel per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:21 WIB

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

Desak Transisi Energi Adil, Massa Gelar Aksi di Depan Kantor ESDM

Desak Transisi Energi Adil, Massa Gelar Aksi di Depan Kantor ESDM

Foto | Rabu, 22 April 2026 | 16:55 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR 1,75% dan Hiburan Meriah

BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR 1,75% dan Hiburan Meriah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari

Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:57 WIB

Kisah Nasabah PNM Mekaar, Ibu Anastasia: Membangun Salon Inklusif dan Gratis untuk ODGJ

Kisah Nasabah PNM Mekaar, Ibu Anastasia: Membangun Salon Inklusif dan Gratis untuk ODGJ

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:41 WIB

Sambut Idul Adha, Berkurban Makin Praktis dan Nyaman lewat BRImo, Berikut Langkah-langkahnya

Sambut Idul Adha, Berkurban Makin Praktis dan Nyaman lewat BRImo, Berikut Langkah-langkahnya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:37 WIB

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:29 WIB

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:21 WIB

Tak Cuma Outflow, Rebalancing MSCI Justru Bisa Picu Aksi Borong Saham

Tak Cuma Outflow, Rebalancing MSCI Justru Bisa Picu Aksi Borong Saham

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:54 WIB

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:44 WIB

Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?

Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:34 WIB