Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 12:25 WIB
OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima dua paket calon direksi BEI.
  • OJK menerima dua paket dokumen pencalonan Direksi BEI sebelum tenggat waktu berakhir pada 4 Mei 2026 mendatang.
  • OJK membentuk Panitia Seleksi internal untuk menyeleksi kandidat Direksi BEI, Direksi KPEI, serta Komisaris KSEI secara profesional.
  • Proses seleksi saat ini memasuki tahap verifikasi administrasi sebelum dilanjutkan ke tahap penilaian kemampuan dan kepatutan calon.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi telah menerima dua paket dokumen pencalonan Direksi BEI secara resmi. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai memproses berkas yang masuk.

Adapun berdasarkan ketentuan, batas akhir pengajuan paket calon Direksi BEI jatuh pada 4 Mei 2026.

"Jadi sudah ada yang masuk ke kami secara resmi walaupun batas waktunya belum selesai. Kalau ditarik mundur, batas terakhir pengajuan itu di 4 Mei 2026. Saat ini sudah ada dua paket yang masuk," ujar Hasan Fawzi kepada awak media di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).

Kata dia, OJK telah bergerak cepat dengan membentuk Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi. Pansel ini tidak hanya bertugas menyaring calon Direksi BEI, tetapi juga mencakup seleksi untuk Direksi Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Komisaris Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Kami sudah membentuk Pansel di internal OJK untuk tiga proses dimaksud, baik untuk pencalonan Direksi BEI, Direksi KPEI, dan Komisaris KSEI," imbuhnya.

Khusus untuk KPEI, Hasan memprediksi hanya akan ada satu paket calon mengingat komposisi pemegang sahamnya yang tunggal.

Meski sudah ada dua paket yang masuk, OJK masih menutup rapat identitas maupun latar belakang para calon tersebut. Hasan menekankan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap evaluasi kelengkapan administrasi.

Menurutnya, pengumuman nama di tahap awal dianggap kurang elok karena para pengusung (Anggota Bursa) masih memiliki ruang untuk mengubah komposisi tim jika ditemukan kekurangan persyaratan administratif sebelum tenggat waktu berakhir.

"Kasihan juga kalau nanti ternyata ada kekurangan administrasi, mereka masih mungkin mengubah komposisi. Kalau diumumkan sekarang, lalu ternyata harus melengkapi, itu kurang elok," jelas Hasan.

Uji Kompetensi dan Integritas Setelah lolos verifikasi administrasi, para calon akan menghadapi fase krusial, yakni penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Hasan menegaskan bahwa kelompok pemegang saham atau Anggota Bursa (AB) pengusung wajib memastikan sejak awal bahwa calon yang mereka ajukan memiliki kompetensi dan integritas yang mumpuni.

"Prinsipnya, pengusung harus memastikan kecakapan kompetensi maupun integritas dari calon-calon yang mereka usung. Setelah administrasi rampung, proses berikutnya akan bergulir di Pansel yang beranggotakan internal otoritas OJK," tutupnya.

Sementara itu, proses pemilihan ini menjadi sorotan pelaku pasar modal. Hal ini dikarenakan jajaran direksi terpilih nantinya akan menentukan arah kebijakan pasar modal Indonesia di tengah tantangan ekonomi global dan target penguatan ekosistem investasi domestik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:37 WIB

OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan

OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:15 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:42 WIB

Terkini

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:07 WIB