Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 27 April 2026 | 11:04 WIB
Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membahas perkembangan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus bergerak dinamis. [Setpres]
  • Empat pejabat Kabinet Merah Putih punya hubungan kuat dengan bisnis tambang dan sawit.
  • Prabowo dan Luhut kuasai ratusan ribu hektar konsesi batubara serta kehutanan.
  • Kedekatan menteri dengan bisnis nikel dan sawit picu kekhawatiran publik.

Suara.com - Komposisi Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memantik perhatian publik. Bukan hanya soal kapasitas politik, namun kedekatan sejumlah pejabat terasnya dengan imperium bisnis ekstraktif kini menjadi perbincangan hangat.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru bertajuk “Laporan Ketimpangan 2026: Republik Oligarki” yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (Celios) dengan mengutip data dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). Suara.com telah meminta izin kepada Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira untuk menukil laporan itu.

Nama pertama tak lain adalah Presiden Prabowo Subianto. Melalui PT Nusantara Energy, Prabowo tercatat menguasai jaring bisnis batubara yang masif. Sebut saja PT Nusantara Kaltim Coal hingga PT Erabara Persada Nusantara yang mengelola puluhan ribu hektar konsesi. Tak berhenti di tambang, jejaknya juga mengakar di sektor kehutanan melalui PT Kertas Nusantara dan PT Tanjung Redeb Hutani yang menguasai lahan hingga ratusan ribu hektar.

Bergeser ke sektor agribisnis, muncul nama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Sosok yang lama berkecimpung di PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) ini terafiliasi dengan bisnis kelapa sawit. Meski tak memiliki saham langsung, Widiyanti menggenggam 8,14 persen saham TLDN via PT Teladan Resources.

Nama "pemain lama" Luhut Binsar Pandjaitan juga tetap kokoh dalam daftar ini. Sang Ketua Dewan Ekonomi Nasional ini identik dengan PT Toba Sejahtra. Melalui grup ini, sejumlah anak usaha seperti PT Adimitra Baratama Nusantara dan PT Indomining terus beroperasi di lahan konsesi batubara yang tersebar di Kalimantan.

Tak ketinggalan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut memperpanjang daftar ini. Sebelum menduduki kursi birokrasi, Bahlil diketahui merupakan pemegang saham mayoritas PT Bersama Papua Unggul yang menguasai PT Meta Mineral Pradana, pemain nikel di tanah Sulawesi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi konflik kepentingan. Publik kini menanti, apakah kebijakan ekonomi Kabinet Merah Putih akan berpihak pada keberlanjutan lingkungan atau justru semakin memperkokoh dominasi oligarki ekstraktif di tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baterai EV Baru Bisa Isi Daya Kilat, Jarak Tempuh Setara Jogja-Bali, Bahannya Banyak di Indonesia

Baterai EV Baru Bisa Isi Daya Kilat, Jarak Tempuh Setara Jogja-Bali, Bahannya Banyak di Indonesia

Otomotif | Senin, 27 April 2026 | 10:42 WIB

Tak Disangka, Penggalian Septic Tank Berujung Penemuan Batu Bara di Teras Rumah

Tak Disangka, Penggalian Septic Tank Berujung Penemuan Batu Bara di Teras Rumah

Video | Sabtu, 25 April 2026 | 17:00 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Terkini

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:53 WIB

Fasilitas Motor Listrik hingga Dana Insentif Rp6 Juta MBG Mau Dihilangkan?

Fasilitas Motor Listrik hingga Dana Insentif Rp6 Juta MBG Mau Dihilangkan?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:44 WIB

Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:43 WIB

Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis

Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:36 WIB

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:28 WIB

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:20 WIB

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:56 WIB

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:43 WIB

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:38 WIB