Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 28 April 2026 | 16:28 WIB
Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir
Ilustrasi Gudang Bulog [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah melalui Perum BULOG berencana membangun 100 infrastruktur pascapanen di 92 kabupaten guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan.
  • Pengamat AEPI menekankan pentingnya perencanaan lokasi yang presisi agar investasi infrastruktur jangka panjang ini tidak menjadi mubazir bagi petani.
  • Pembangunan infrastruktur tersebut harus terintegrasi dengan ekosistem logistik nasional, cadangan pangan pemerintah, serta kebutuhan nyata di setiap daerah.

Suara.com - Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori menyoroti rencana pemerintah membangun 100 gudang infrastruktur pascapanen (IPP) untuk memperkuat ketahanan pangan.

Program 100 gudang yang dijalankan oleh Perum BULOG ini dinilai strategis, namun berisiko tidak optimal jika tidak dirancang secara matang.

Ia menilai pembangunan gudang untuk menampung hasil panen memang penting untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.

"Dalam konteks stabilisasi pasokan dan harga pangan, IPP adalah keniscayaan," ujar Khudori kepada wartawan yang dikutip, Selasa (28/4/2026).

Perum Bulog bersama pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan (Dok: Bulog)
Ilustrasi Gudang Bulog (Dok: Bulog)

Pemerintah sebelumnya menyetujui pembangunan 100 titik IPP yang tersebar di 26 kantor wilayah Bulog dan mencakup 92 kabupaten/kota. Infrastruktur ini mencakup berbagai fasilitas, mulai dari pengeringan, pengolahan, hingga penyimpanan pangan.

Namun, Khudori mengingatkan proyek ini tidak boleh dijalankan tanpa perencanaan yang presisi, mengingat nilai investasinya besar dan bersifat jangka panjang.

"IPP adalah investasi jangka menengah panjang. Kalau salah menentukan titik, termasuk salah memutuskan jenis yang disediakan, bisa-bisa IPP tidak optimal, bahkan mubazir," ujarnya.

Ia menilai penentuan lokasi menjadi faktor krusial agar infrastruktur yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, terutama dalam mengatasi persoalan distribusi dan ketimpangan pasokan antarwilayah.

Menurut dia, selama ini persoalan pangan di Indonesia tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada manajemen stok dan logistik yang belum optimal.

baca juga

"Produksi yang musiman, terkonsentrasi di Jawa, dan surplus hanya ada di sedikit wilayah, menuntut hadirnya manajemen stok dan logistik yang handal," jelas Khudori.

Ia menambahkan, tanpa dukungan infrastruktur yang tepat sasaran, pembangunan IPP berpotensi tidak memberikan dampak signifikan terhadap stabilisasi harga pangan.

Selain itu, Khudori juga menekankan pentingnya keterkaitan IPP dengan kebijakan lain, seperti Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan program swasembada pangan.

"IPP harus dikaitkan dengan penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah dan terintegrasi dengan kebijakan swasembada pangan," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan IPP tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari ekosistem logistik pangan nasional secara menyeluruh.

"Intinya, keterpaduan bukan lagi perlu, tapi wajib. Karena ini menjadi penentu bermanfaat-tidaknya IPP yang tersedia," kata Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Terkini

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×