- Pemerintah melalui Perum BULOG berencana membangun 100 infrastruktur pascapanen di 92 kabupaten guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan.
- Pengamat AEPI menekankan pentingnya perencanaan lokasi yang presisi agar investasi infrastruktur jangka panjang ini tidak menjadi mubazir bagi petani.
- Pembangunan infrastruktur tersebut harus terintegrasi dengan ekosistem logistik nasional, cadangan pangan pemerintah, serta kebutuhan nyata di setiap daerah.
Ia juga menyoroti contoh di daerah seperti Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat, yang merupakan produsen jagung, tetapi belum didukung industri pengolahan yang memadai.
"Jagung dari dua provinsi itu harus diangkut ke provinsi lain yang jaraknya jauh karena tidak ada pabrik pakan," tuturnya.
Khudori menilai, pembangunan infrastruktur yang tepat di daerah tersebut dapat membantu menekan biaya logistik sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
"Prinsip kehati-hatian harus menjadi kompas setiap keputusan," pungkas Khudori.