Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 06:58 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS
Gamsunoro, kapal tanker milik Pertamina International Shipping. [Antara]
  • Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan gangguan pengiriman energi di Selat Hormuz sejak awal tahun 2026.
  • Goldman Sachs memprediksi harga minyak mentah dunia berpotensi menembus US$120 per barel jika ekspor tidak segera pulih.
  • Pembatalan dialog damai oleh Presiden Donald Trump memicu lonjakan harga komoditas serta risiko guncangan ekonomi global yang signifikan.

Suara.com - Gejolak geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Perang yang tak kunjung usai antara kedua negara tersebut telah memicu lonjakan harga energi di pasar internasional secara signifikan.

Lembaga keuangan ternama, Goldman Sachs, baru-baru ini merilis peringatan keras bahwa harga minyak mentah dunia berpotensi meroket hingga menyentuh level US$120 per barel pada penghujung tahun ini jika eskalasi militer terus berlanjut tanpa solusi diplomatik.

Pemicu utama dari proyeksi suram ini adalah pupusnya harapan akan kelanjutan dialog damai antara Washington dan Teheran. Kondisi tersebut diperparah dengan terhentinya arus pengiriman komoditas energi dari kawasan Teluk yang kini berlangsung lebih lama dari perkiraan semula.

Berdasarkan pantauan pasar pada Rabu (29/4/2026) pagi, harga minyak mentah dunia sudah menunjukkan tren "mendidih".

Minyak mentah (Crude Oil) terpantau berada di posisi US$99,40, sementara minyak jenis Brent telah menembus angka psikologis US$110,74 per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah harga sempat melandai di level US$80 saat muncul sinyal Iran melunak dan membuka akses Selat Hormuz beberapa waktu lalu. Namun, stabilitas tersebut hancur seketika setelah Presiden Donald Trump membalas dengan langkah keras berupa pemblokiran total akses minyak dari Timur Tengah.

Gangguan Kapasitas Produksi

Goldman Sachs menekankan bahwa jika aktivitas ekspor tidak segera pulih ke level normal hingga akhir Juli mendatang, dunia harus bersiap menghadapi guncangan hebat.

Apabila terjadi penurunan kapasitas produksi yang berkelanjutan di kawasan Teluk sebesar 2,5 juta barel per hari, maka harga minyak rata-rata dipastikan akan mendekati angka US$120 pada kuartal keempat.

Untuk minyak mentah Amerika, West Texas Intermediate (WTI), Goldman kini mematok harga di kisaran US$83 per barel dalam skenario dasarnya, naik dari perkiraan awal sebesar US$75.

Di awal pekan ini saja, WTI sudah menunjukkan penguatan 1,9% menuju level US$96,16, sementara Brent sudah berada di titik tertinggi sejak gencatan senjata singkat awal bulan ini, yakni naik 2,9% ke level US$108,33.

Memburuknya situasi ini berakar dari keputusan mendadak Presiden Donald Trump yang membatalkan rencana pengiriman delegasi AS ke Islamabad untuk pembicaraan damai.

Trump beralasan bahwa perjalanan tersebut hanya membuang-buang waktu, sebuah sikap yang langsung memutus jalur komunikasi setelah Menteri Luar Negeri Iran meninggalkan Pakistan hanya beberapa jam sebelumnya.

Dampaknya terasa nyata di jalur distribusi energi paling vital di dunia, Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini tercatat hampir lumpuh total selama dua bulan terakhir sejak pecahnya konflik.

Meski pada Senin pagi dilaporkan terdapat satu kapal tanker gas cair dan dua kapal kargo yang berhasil melintas menuju Oman dan India, lalu lintas di titik krusial tersebut tetap sangat dibatasi dan berada di bawah pengawasan ketat blokade laut oleh Washington.

Para analis memperingatkan bahwa kenaikan harga energi ini akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih destruktif daripada sekadar angka di atas kertas.

Terdapat risiko kelangkaan produk secara global dan skala guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Goldman mencatat akan ada "bekas luka" jangka panjang pada kapasitas produksi di kawasan Teluk sekitar 500.000 barel per hari, terutama akibat kerusakan infrastruktur dan kerugian operasional di Irak.

"Harga tetap di bawah puncak akhir Maret, kemungkinan karena ekspektasi pasar akan pembukaan kembali Selat Hormuz telah mengurangi premi risiko dan menyebabkan pengurangan stok," tulis analis Goldman dalam risetnya yang mengutip Financial Times.

Meskipun pasar komoditas sedang membara, pasar saham global seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite justru sempat mencatatkan rekor tertinggi pada akhir pekan lalu.

Fenomena ini didorong oleh laporan laba perusahaan yang kuat, namun analis memperingatkan bahwa reli pasar saham tersebut bisa saja goyah jika inflasi energi mulai menekan daya beli masyarakat dan margin keuntungan korporasi secara luas.

Sebagai perbandingan, Morgan Stanley memiliki pandangan yang sedikit lebih konservatif. Mereka memproyeksikan arus minyak di Selat Hormuz akan kembali normal pada akhir Mei 2026, dengan harga Brent yang diprediksi akan melandai perlahan dari US$110 menuju US$80 per barel pada tahun 2027 mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:05 WIB

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:29 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:12 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB