Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

Arif Budi

Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB
Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang
Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat menolak proposal Iran karena tidak memuat pembahasan mengenai penghentian program senjata nuklir negara tersebut.
  • Menteri Luar Negeri Iran melobi Pakistan, Oman, dan Rusia untuk mendukung fokus pembukaan Selat Hormuz terlebih dahulu.
  • Perundingan damai terancam mandek akibat perbedaan agenda prioritas antara pemerintah Amerika Serikat dan pihak pemerintah Iran.

Suara.com - Upaya mediasi Pakistan untuk melanjutkan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran kini menemui sandungan besar.

Proposal baru yang diajukan oleh Iran dilaporkan telah membuat Presiden AS Donald Trump tidak senang, memicu kemungkinan negosiasi akan kembali mandek.

Penyebab utama kekecewaan Trump adalah karena dalam proposal tersebut, Iran sama sekali tidak memasukkan pembahasan mengenai penghentian program nuklirnya—salah satu tuntutan paling krusial dari pihak Washington.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dilaporkan tengah gencar melakukan lobi ke sejumlah negara seperti Pakistan, Oman, dan Rusia.

Tujuannya adalah untuk menggalang dukungan atas proposal Teheran yang lebih memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara isu nuklir sengaja 'disimpan' untuk dibahas di tahap selanjutnya.

Donald Trump [The White House]
Donald Trump [The White House]

Para analis melihat langkah ini sebagai strategi cerdas dari Iran, yang berkaca pada kegagalan kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA).

Saat itu, setelah Iran setuju membatasi program nuklirnya, AS di bawah pemerintahan Trump justru menarik diri dari kesepakatan tanpa konsekuensi apa pun.

"Negara-negara Eropa yang ikut merundingkan JCPOA juga tidak bisa diandalkan saat krisis," kata seorang analis, Khan menyoroti lemahnya penjamin kesepakatan di masa lalu.

Kini Iran tampaknya ingin membangun basis dukungan regional yang lebih kuat sebelum masuk ke pembahasan isu paling sensitif.

baca juga

"Idealnya Iran tidak ingin kesepakatan yang rentan terhadap siklus pemilu AS," ujar mantan duta besar Pakistan, Jauhar Saleem.

Meskipun Gedung Putih belum mengonfirmasi secara resmi isi proposal tersebut, seorang pejabat melaporkan bahwa Trump tidak senang karena kepentingan utama AS tidak dibahas.

Sikap Trump sendiri sudah sangat jelas. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, ia menegaskan bahwa tidak akan ada pertemuan jika isu nuklir tidak menjadi agenda utama.

"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kalau tidak, tak ada alasan untuk bertemu," ujar Trump.

Sementara itu, Gedung Putih melalui juru bicaranya, Olivia Wales menyatakan bahwa AS tidak akan bernegosiasi melalui media dan hanya akan menerima kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika serta tidak pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Dengan penolakan Iran untuk membahas isu nuklir di tahap awal, dan penolakan AS untuk bernegosiasi jika isu tersebut tidak dibahas, jalan menuju perdamaian kini kembali terlihat sangat terjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional

Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:36 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×