Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Gen Z Ramai Pakai Fintech, Tapi Minim Literasi

Achmad Fauzi

Rabu, 29 April 2026 | 08:17 WIB
Gen Z Ramai Pakai Fintech, Tapi Minim Literasi
Ilustrasi Gen Z menggunakan fintech. (Envato)
baca 10 detik
  • Survei SNLIK 2025 mencatat kesenjangan inklusi keuangan yang mencapai 80,51 persen, namun literasi hanya berada di angka 66,46 persen.
  • Easycash menyelenggarakan edukasi keuangan di UNESA guna meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap risiko finansial dan reputasi kredit.
  • Inisiatif Modul Bijak Keuangan dan ChatPindar diluncurkan untuk memandu generasi muda mengelola arus kas serta membedakan pinjaman produktif.

Suara.com - Penggunaan layanan keuangan digital di kalangan generasi muda kian masif. Namun di balik tingginya adopsi tersebut, masih tersimpan persoalan mendasar yaitu, rendahnya pemahaman terhadap risiko finansial yang bisa berdampak panjang, termasuk gagal bayar hingga rusaknya reputasi kredit.

Kondisi ini tercermin dari data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara inklusi dan literasi keuangan. Indeks inklusi keuangan tercatat sudah mencapai 80,51 persen, sementara literasi masih berada di angka 66,46 persen.

Khusus pada kelompok Gen Z (usia 18–25 tahun), tingkat inklusi bahkan menyentuh 89,96 persen, namun literasi mereka tertinggal di level 73,22 persen. Artinya, banyak anak muda sudah menggunakan layanan keuangan digital, tetapi belum sepenuhnya memahami risiko dan tanggung jawabnya.

Fenomena ini mendorong PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (pindar) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkuat edukasi keuangan bagi generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan literasi keuangan bertajuk “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital” di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menilai percepatan adopsi fintech belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

Ilustrasi validasi gen Z (Pexels/fauxels)
Ilustrasi gen Z (Pexels/fauxels)

"Kami melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman yang mendalam. Di Surabaya, kami tidak hanya ingin memberikan akses, tetapi juga mendorong generasi muda untuk #JadiLebihPaham sehingga bijak dalam mengatur keuangan dengan sehat melalui pendekatan program edukasi keuangan yang lebih relevan," ujar Wildan di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia memiliki populasi anak muda yang dinamis, namun juga rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Easycash memperkenalkan dua inisiatif edukasi, yakni Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar. MOJANG dikemas dalam format zine yang ringan dan kontekstual bagi Gen Z dan milenial, sementara ChatPindar hadir sebagai teknologi berbasis AI yang dapat menjadi “teman ngobrol” terkait pinjaman daring.

Melalui kedua program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami berbagai aspek penting, mulai dari manajemen arus kas, mengenali platform legal dan ilegal, hingga menjaga reputasi kredit.

baca juga

Wildan menegaskan, reputasi kredit menjadi faktor krusial yang kerap diabaikan, padahal dampaknya bisa panjang.

"Reputasi kredit adalah aset masa depan. Sekali seseorang mengalami gagal bayar (galbay) karena keputusan keuangan yang salah atau kurangnya pemahaman tentang aspek keuangan, maka rekam jejak tersebut akan tercatat dan berpotensi menghambat akses mereka ke layanan keuangan lainnya di masa depan," tambah Wildan.

Dari sisi perencana keuangan, Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, menilai tantangan pengelolaan keuangan generasi muda juga dipengaruhi gaya hidup di era digital.

Masalah keuangan yang dihadapi mahasiswa sering kali bukan tentang seberapa besar uang yang mereka miliki, tetapi tentang bagaimana mereka menentukan prioritas. Banyak Gen Z terjebak dalam lifestyle inflation.

"Kami mengajarkan mahasiswa untuk mulai mencatat arus kas dan memahami bahwa penghasilan kita harus dikelola dengan baik, memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan pinjaman secara lebih produktif, bukan impulsif," jelas Mirzan.

Ia menambahkan, derasnya arus informasi di media sosial kerap menciptakan ilusi kemakmuran yang mendorong perilaku konsumtif tanpa perencanaan matang.

Ke depan, kolaborasi antara industri fintech, asosiasi, dan institusi pendidikan diharapkan mampu mempersempit kesenjangan literasi tersebut. Dengan begitu, teknologi finansial tidak hanya menjadi alat kemudahan akses, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:58 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:39 WIB

Terkini

7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:09 WIB

3 Rekomendasi Shade Bedak Tabur Viva untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Natural dan Menyatu

3 Rekomendasi Shade Bedak Tabur Viva untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Natural dan Menyatu

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:08 WIB

Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup

Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:07 WIB

Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh

Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:07 WIB

Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:05 WIB

Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI

Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:04 WIB

522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma

522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:03 WIB

Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026

Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:01 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:59 WIB

Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto

Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:59 WIB

×