Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Gen Z Ramai Pakai Fintech, Tapi Minim Literasi

Achmad Fauzi

Rabu, 29 April 2026 | 08:17 WIB
Gen Z Ramai Pakai Fintech, Tapi Minim Literasi
Ilustrasi Gen Z menggunakan fintech. (Envato)
  • Survei SNLIK 2025 mencatat kesenjangan inklusi keuangan yang mencapai 80,51 persen, namun literasi hanya berada di angka 66,46 persen.
  • Easycash menyelenggarakan edukasi keuangan di UNESA guna meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap risiko finansial dan reputasi kredit.
  • Inisiatif Modul Bijak Keuangan dan ChatPindar diluncurkan untuk memandu generasi muda mengelola arus kas serta membedakan pinjaman produktif.

Suara.com - Penggunaan layanan keuangan digital di kalangan generasi muda kian masif. Namun di balik tingginya adopsi tersebut, masih tersimpan persoalan mendasar yaitu, rendahnya pemahaman terhadap risiko finansial yang bisa berdampak panjang, termasuk gagal bayar hingga rusaknya reputasi kredit.

Kondisi ini tercermin dari data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara inklusi dan literasi keuangan. Indeks inklusi keuangan tercatat sudah mencapai 80,51 persen, sementara literasi masih berada di angka 66,46 persen.

Khusus pada kelompok Gen Z (usia 18–25 tahun), tingkat inklusi bahkan menyentuh 89,96 persen, namun literasi mereka tertinggal di level 73,22 persen. Artinya, banyak anak muda sudah menggunakan layanan keuangan digital, tetapi belum sepenuhnya memahami risiko dan tanggung jawabnya.

Fenomena ini mendorong PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (pindar) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkuat edukasi keuangan bagi generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan literasi keuangan bertajuk “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital” di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menilai percepatan adopsi fintech belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

Ilustrasi validasi gen Z (Pexels/fauxels)
Ilustrasi gen Z (Pexels/fauxels)

"Kami melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman yang mendalam. Di Surabaya, kami tidak hanya ingin memberikan akses, tetapi juga mendorong generasi muda untuk #JadiLebihPaham sehingga bijak dalam mengatur keuangan dengan sehat melalui pendekatan program edukasi keuangan yang lebih relevan," ujar Wildan di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia memiliki populasi anak muda yang dinamis, namun juga rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Easycash memperkenalkan dua inisiatif edukasi, yakni Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar. MOJANG dikemas dalam format zine yang ringan dan kontekstual bagi Gen Z dan milenial, sementara ChatPindar hadir sebagai teknologi berbasis AI yang dapat menjadi “teman ngobrol” terkait pinjaman daring.

Melalui kedua program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami berbagai aspek penting, mulai dari manajemen arus kas, mengenali platform legal dan ilegal, hingga menjaga reputasi kredit.

Wildan menegaskan, reputasi kredit menjadi faktor krusial yang kerap diabaikan, padahal dampaknya bisa panjang.

"Reputasi kredit adalah aset masa depan. Sekali seseorang mengalami gagal bayar (galbay) karena keputusan keuangan yang salah atau kurangnya pemahaman tentang aspek keuangan, maka rekam jejak tersebut akan tercatat dan berpotensi menghambat akses mereka ke layanan keuangan lainnya di masa depan," tambah Wildan.

Dari sisi perencana keuangan, Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, menilai tantangan pengelolaan keuangan generasi muda juga dipengaruhi gaya hidup di era digital.

Masalah keuangan yang dihadapi mahasiswa sering kali bukan tentang seberapa besar uang yang mereka miliki, tetapi tentang bagaimana mereka menentukan prioritas. Banyak Gen Z terjebak dalam lifestyle inflation.

"Kami mengajarkan mahasiswa untuk mulai mencatat arus kas dan memahami bahwa penghasilan kita harus dikelola dengan baik, memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan pinjaman secara lebih produktif, bukan impulsif," jelas Mirzan.

Ia menambahkan, derasnya arus informasi di media sosial kerap menciptakan ilusi kemakmuran yang mendorong perilaku konsumtif tanpa perencanaan matang.

Ke depan, kolaborasi antara industri fintech, asosiasi, dan institusi pendidikan diharapkan mampu mempersempit kesenjangan literasi tersebut. Dengan begitu, teknologi finansial tidak hanya menjadi alat kemudahan akses, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:58 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:39 WIB

Terkini

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WIB

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB