Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 29 April 2026 | 15:43 WIB
Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah
Berdasarkan data terbaru dari CORE Indonesia, indeks kondisi ekonomi menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Foto Fadil-Suara.com
  • Fondasi ekonomi masyarakat kini dinilai kian rapuh seiring dengan tergerusnya daya beli kelas menengah secara signifikan.
  • Berdasarkan data terbaru dari CORE Indonesia, indeks kondisi ekonomi menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
  • Penurunan drastis terlihat pada Indeks kondisi ekonomi, khususnya pada variabel penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja yang cenderung melandai. 

Suara.com - Meski angka pertumbuhan konsumsi rumah tangga menunjukkan tren relatif kuat hingga triwulan I-2026, kondisi di balik layar justru memberikan sinyal waspada.

Pasalnya, fondasi ekonomi masyarakat kini dinilai kian rapuh seiring dengan tergerusnya daya beli kelas menengah secara signifikan.

Berdasarkan data terbaru dari CORE Indonesia, indeks kondisi ekonomi menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Salah satu indikator utama, yakni Pertumbuhan Tahunan Konsumsi dan IPR (Indeks Penjualan Riil), mencatatkan angka 4,9% pada awal 2026. Namun, angka ini tidak sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan masyarakat yang merata.

Penurunan drastis terlihat pada Indeks kondisi ekonomi, khususnya pada variabel penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja yang cenderung melandai dibandingkan periode tahun sebelumnya. Hal ini diperparah dengan perilaku pembelian barang tahan lama yang ikut melesu.

"Bahwa rata-rata pertumbuhan upah riil tahunan (periode Agustus) berada di zona negatif pada November 2025 sebesar -0.7%. Angka ini merupakan penurunan beruntun sejak puncaknya di tahun 2022," kata Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal dalam diskusi virtual bertajuk “Ujian Resiliensi Ekonomi" Rabu (29/4/2026).

Menurut Faisal fenomena ini memaksa masyarakat mencari alternatif pembiayaan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari seperti pinjaman online hingga pay pater yang sifatnya non-bank.

"Alternatif pembiayaan ini mengalami lonjakan signifikan sebagai solusi instan masyarakat. Pinjaman daring (pinjol) masih menjadi pilihan utama meski berisiko tinggi. Kredit konsumsi yang menunjukkan pertumbuhan yang konsisten namun berisiko membebani arus kas rumah tangga di masa depan," paparnya.

Selain itu kata dia pengeluaran per kapita tahunan menunjukkan anomali yang mencolok. bagi kelompok "Calon Kelas Menengah" dan "Kelas Menengah" tercatat mengalami penurunan pertumbuhan pengeluaran pada tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebaliknya, kelompok atas masih cenderung stabil dan nyaman dengan kondisi ekonomi saat ini.

Hal ini tergambar jelas pada pertumbuhan tahunan penjualan riil per sektor, dimana penjualan peralatan informasi dan komunikasi tercatat minus, sementara sektor sandang serta perlengkapan rumah tangga juga menunjukkan pertumbuhan yang tipis.

Hanya sektor makanan, minuman, dan tembakau yang masih mampu bertahan di zona positif, menunjukkan masyarakat kini lebih memprioritaskan konsumsi primer (perut) dibandingkan gaya hidup atau barang sekunder.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan

Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:04 WIB

Dampak Kesenjangan Ekonomi terhadap Motivasi dan Ekspektasi Pendidikan Siswa

Dampak Kesenjangan Ekonomi terhadap Motivasi dan Ekspektasi Pendidikan Siswa

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 11:05 WIB

Di Balik Seragam Sekolah yang Sama, Ada Rasa dan Perjuangan Tak Setara

Di Balik Seragam Sekolah yang Sama, Ada Rasa dan Perjuangan Tak Setara

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 11:35 WIB

Terkini

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB