- PT TBS Energi Utama Tbk meraih pendapatan 86,28 juta dolar AS pada kuartal pertama tahun 2026 di Jakarta.
- Kenaikan pendapatan tersebut mendorong peningkatan laba kotor sebesar 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Lini bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan dengan menyumbang 60 persen dari total konsolidasi.
Suara.com - PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 86,28 juta dolar AS pada kuartal I tahun 2026. Raihan ini naik 20,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur TOBA, Juli Oktarina, mengatakan atas pendapatan itu mendorong laba kotor ikut mengalami kenaikan 17,8 persen pada tiga bulan pertama tahun 2026.
"Hasil yang kami capai di kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan. Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan Perseroan," ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
![Energi Terbarukan Mini Hydro milik PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA). [Dok TOBA].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/30/80670-toba-energi-terbarukan-mini-hydro.jpg)
Adapun, fokus Perseroan saat ini adalah memperkuat stabilitas operasional pada lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Sementara, efisiensi operasional yang semakin membaik terlihat dari posisi arus kas operasional yang sebelumnya negatif 2,9 juta dolar AS pada tahun 2025, menjadi positif 9,9 juta dolar AS pada tahun 2026.
Secara keseluruhan, total kerugian periode berjalan berhasil berkurang lebih dari 83 persen secara tahunan, dari 58,9 juta dolar AS menjadi 9,5 juta dolar AS, seiring tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu.
"Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," ucap Juli.
Sementara, lini bisnis pengelolaan limbah TOBA kini menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60 persen dari total pendapatan konsolidasi dan 93 persen dari total EBITDA disesuaikan.
Hal ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan TOBA di segmen yang melonjak signifikan sebesar 447,69 persen atau 5,5 kali lipat, dari 9,4 juta dolar menjadi 51,9 juta dolar AS.