- Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memperketat pengawasan BBM subsidi melalui sistem QR Code untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
- Perusahaan memantau pola transaksi mencurigakan dan melakukan verifikasi ulang bagi pengguna untuk mencegah penyalahgunaan kuota BBM bersubsidi.
- Pertamina membuka 147 helpdesk di Jawa Timur guna membantu masyarakat melakukan pendaftaran ulang dan mengatasi kendala teknis.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui sistem QR Code. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi energi bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Upaya ini dilakukan melalui evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala, sekaligus memperkuat sistem pengawasan transaksi di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Subsidi Tepat yang dicanangkan pemerintah.
"Pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah," ujarnya seperti dikutip, Kamis (30/4/2026).
![Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/11/22/93007-bbm-subsidi-pertalite-pertamina-spbu.jpg)
Ia menegaskan, penerapan QR Code menjadi instrumen penting dalam mengontrol distribusi BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite agar hanya digunakan oleh pihak yang berhak.
Selain itu, sistem juga dirancang untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan. Pertamina secara berkala memantau pola transaksi, termasuk pengisian dalam jumlah besar dalam waktu berdekatan atau penggunaan QR Code di beberapa SPBU dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi adanya penyalahgunaan QR Code oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga perlu dilakukan proses verifikasi ulang.
Di sisi lain, Pertamina juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (29/4), perusahaan menerima berbagai aspirasi dari kelompok sopir truk terkait kendala penggunaan barcode di lapangan.
Ahad menilai masukan tersebut sebagai bagian penting dalam peningkatan layanan.
"Aksi yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan perhatian dari pelanggan," jelasnya.
Untuk mengatasi kendala teknis, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh wilayah Jawa Timur guna mempercepat proses verifikasi ulang dan pengaktifan kembali QR Code.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 119 kendaraan telah melakukan pendaftaran ulang. Dari jumlah tersebut, sekitar 73,1 persen atau 87 kendaraan berhasil menyelesaikan proses, sementara sisanya masih terkendala masalah administrasi seperti data kendaraan yang belum sesuai.
Pertamina pun mengimbau masyarakat yang mengalami kendala agar segera melakukan pendaftaran ulang melalui sistem yang telah disediakan, guna memastikan akses terhadap BBM subsidi tetap lancar.