Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
Ilustrasi QR Code MyPertamina untuk pembelian BBM Subsidi. [Dok. Pertamina]
  • Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memperketat pengawasan BBM subsidi melalui sistem QR Code untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
  • Perusahaan memantau pola transaksi mencurigakan dan melakukan verifikasi ulang bagi pengguna untuk mencegah penyalahgunaan kuota BBM bersubsidi.
  • Pertamina membuka 147 helpdesk di Jawa Timur guna membantu masyarakat melakukan pendaftaran ulang dan mengatasi kendala teknis.

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui sistem QR Code. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi energi bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Upaya ini dilakukan melalui evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala, sekaligus memperkuat sistem pengawasan transaksi di lapangan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Subsidi Tepat yang dicanangkan pemerintah.

"Pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah," ujarnya seperti dikutip, Kamis (30/4/2026).

Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pertamina mulai perketat pengawasan QR Code BBM Subsidi. [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menegaskan, penerapan QR Code menjadi instrumen penting dalam mengontrol distribusi BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite agar hanya digunakan oleh pihak yang berhak.

Selain itu, sistem juga dirancang untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan. Pertamina secara berkala memantau pola transaksi, termasuk pengisian dalam jumlah besar dalam waktu berdekatan atau penggunaan QR Code di beberapa SPBU dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi adanya penyalahgunaan QR Code oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga perlu dilakukan proses verifikasi ulang.

Di sisi lain, Pertamina juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (29/4), perusahaan menerima berbagai aspirasi dari kelompok sopir truk terkait kendala penggunaan barcode di lapangan.

Ahad menilai masukan tersebut sebagai bagian penting dalam peningkatan layanan.

"Aksi yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan perhatian dari pelanggan," jelasnya.

Untuk mengatasi kendala teknis, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh wilayah Jawa Timur guna mempercepat proses verifikasi ulang dan pengaktifan kembali QR Code.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 119 kendaraan telah melakukan pendaftaran ulang. Dari jumlah tersebut, sekitar 73,1 persen atau 87 kendaraan berhasil menyelesaikan proses, sementara sisanya masih terkendala masalah administrasi seperti data kendaraan yang belum sesuai.

Pertamina pun mengimbau masyarakat yang mengalami kendala agar segera melakukan pendaftaran ulang melalui sistem yang telah disediakan, guna memastikan akses terhadap BBM subsidi tetap lancar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:54 WIB

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:44 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:03 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB

Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan Top Women in Shaping Future Ready Organization

Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan Top Women in Shaping Future Ready Organization

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB

Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI

Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:52 WIB

Setoran Pajak Digital Tembus Rp 50,51 Triliun per Maret 2026, Tencent Tak Lagi Pungut Pajak

Setoran Pajak Digital Tembus Rp 50,51 Triliun per Maret 2026, Tencent Tak Lagi Pungut Pajak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:34 WIB

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:15 WIB

Kurs Rupiah Tembus Rp17.326 per Dolar AS: Beban Subsidi Naik, Utang Meroket

Kurs Rupiah Tembus Rp17.326 per Dolar AS: Beban Subsidi Naik, Utang Meroket

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:05 WIB

Kapan Waktu Terbaik Menyiapkan Dana Pensiun? Ini Strateginya

Kapan Waktu Terbaik Menyiapkan Dana Pensiun? Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:05 WIB

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:54 WIB