Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Ruth Meliana

Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:08 WIB
Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global
ilustrasi emas (freepik/wirestock)
baca 10 detik
  • Harga emas Antam pada 1 Mei 2026 mengalami penurunan signifikan menjadi Rp2.769.000 per gram di pasar domestik.
  • Harga emas dunia turut melemah ke kisaran US$4.618 hingga US$4.621 per ons troy pada perdagangan pagi.
  • Pergerakan harga dipengaruhi kebijakan suku bunga The Fed, nilai tukar dolar AS, serta ketegangan geopolitik global.

Suara.com - Pada Jumat, 1 Mei 2026, pasar emas domestik dan global menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis di awal bulan. Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif, dengan tren cenderung melemah setelah mengalami penurunan signifikan pada akhir April.

Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam per gram sempat anjlok sekitar Rp15.000 menjadi level Rp2.769.000 per gram.

Harga emas juga bertahan di kisaran Rp2,76 juta hingga Rp2,79 juta per gram, tergantung ukuran batangan dan lokasi pembelian.

Di pasar Pegadaian, harga emas Antam juga mengalami penurunan serupa. Sementara itu, harga emas dunia (spot gold) berada di kisaran US$4.618 – US$4.621 per ons troy pada perdagangan pagi hingga siang WIB.

Harga ini turun tipis sekitar US$2,40 dibandingkan penutupan sebelumnya, meski sempat menguat karena pelemahan dolar AS dan aksi beli saat koreksi.

Secara keseluruhan, harga emas dunia masih berada di level tinggi sepanjang tahun 2026, dengan catatan historis sempat menyentuh atas US$5.000–5.600 per ons di awal tahun.

Faktor Penyebab Pergerakan Harga

Beberapa faktor utama memengaruhi harga emas pada awal Mei 2026:

1. Kebijakan Bank Sentral AS (The Fed)

baca juga

Ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed menjadi penentu utama. Jika suku bunga tetap hawkish atau tidak turun sesuai harapan, tekanan terhadap emas sebagai aset non-yield akan meningkat. Sebaliknya, sinyal pelonggaran moneter bisa mendorong rebound harga.

2. Nilai Tukar Dolar AS

Emas dan dolar memiliki hubungan terbalik. Pelemahan indeks dolar AS (DXY) baru-baru ini memberikan dukungan bagi harga emas. Namun, jika dolar menguat kembali karena data ekonomi AS yang solid, emas berpotensi melemah lebih lanjut.

3. Geopolitik dan Risiko Global

Ketegangan di berbagai kawasan masih menjadi pendorong safe-haven demand. Meski ada tanda-tanda mereda di beberapa konflik, ketidakpastian fiskal AS, defisit anggaran, dan isu perdagangan tetap membuat investor melirik emas sebagai pelindung nilai.

4. Permintaan Fisik dan Bank Sentral

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Dapat Emas, Ekspresi Dara Arafah saat Unboxing Suvenir Nikahan El-Syifa Jadi Sorotan

Tak Dapat Emas, Ekspresi Dara Arafah saat Unboxing Suvenir Nikahan El-Syifa Jadi Sorotan

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 21:00 WIB

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:52 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:13 WIB

Daftar Weton Paling Kaya Raya setelah Melewati Masa Prihatin di Masa Muda

Daftar Weton Paling Kaya Raya setelah Melewati Masa Prihatin di Masa Muda

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:12 WIB

Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla

Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 14:12 WIB

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:11 WIB

4 Pria Ngaku Wartawan-LSM Diduga Peras Perangkat Desa di Samosir Ditangkap

4 Pria Ngaku Wartawan-LSM Diduga Peras Perangkat Desa di Samosir Ditangkap

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 14:10 WIB

Bisnis UMKM Catat Rekor Ekspansif, Riset Terkini BRI Buktikan Ketangguhan Sektor Mikro

Bisnis UMKM Catat Rekor Ekspansif, Riset Terkini BRI Buktikan Ketangguhan Sektor Mikro

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 14:10 WIB

Bukan Sekadar Pelindung, Ternyata Ini Arti Warna Helm Proyek

Bukan Sekadar Pelindung, Ternyata Ini Arti Warna Helm Proyek

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:10 WIB

Spesifikasi Bom Kiamat MK-84 dan BLU-117 AS yang Dijual ke Israel, Daya Ledak Seperti Meteor

Spesifikasi Bom Kiamat MK-84 dan BLU-117 AS yang Dijual ke Israel, Daya Ledak Seperti Meteor

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:09 WIB

Tiket Ragunan Bisa Naik Jadi Rp10 Ribu, Pramono Anung Singgung Kesejahteraan Satwa

Tiket Ragunan Bisa Naik Jadi Rp10 Ribu, Pramono Anung Singgung Kesejahteraan Satwa

Jakarta | Kamis, 17 September 2026 | 14:08 WIB

Formula Harga Baru Beri Kepastian untuk Industri Smelter Nikel

Formula Harga Baru Beri Kepastian untuk Industri Smelter Nikel

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 14:03 WIB

×