Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:36 WIB
Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'
Tembakau merupakan bahan utama rokok. (Shutterstock)
  • Produk tembakau alternatif lebih efektif bantu beralih dibanding terapi koyo/permen.
  • Produk alternatif hasilkan uap (aerosol), bukan asap pembakaran mengandung tar.
  • Kunci sukses beralih adalah konsistensi dan perubahan pola perilaku secara bertahap.

Suara.com - Berhenti merokok bukan perkara mudah. Banyak perokok dewasa yang gagal karena mencoba berhenti total secara tiba-tiba (cold turkey). Namun, riset terbaru dari Universitas Oxford, Inggris, membawa kabar segar bagi mereka yang ingin mencari cara lebih efektif untuk beralih dari kebiasaan merokok.

Penelitian bertajuk "Electronic cigarettes for smoking cessation: An overview of systematic reviews and evidence and gap map" yang dirilis Maret 2026 ini mengungkapkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki potensi efektivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Metode konvensional yang dimaksud meliputi terapi pengganti nikotin (koyo atau permen karet nikotin) hingga sekadar penyuluhan perilaku.

"Faktanya, hasil berbagai meta-analisis yang kami pelajari menunjukkan secara jelas dan konsisten bahwa produk tembakau alternatif efektif membantu orang beralih dari kebiasaan merokok," ujar Dr. Angela Difeng Wu, Peneliti Senior Universitas Oxford dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).

Salah satu poin krusial dalam riset tersebut adalah mengenai profil risiko. Produk tembakau alternatif—seperti vape, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin—bekerja dengan cara menghasilkan aerosol atau uap air, bukan asap hasil pembakaran yang mengandung tar berbahaya.

Hal ini dianggap membantu perokok mengurangi kebiasaan lama secara perlahan. Transisi ini dinilai lebih "manusiawi" dan mudah dijalani bagi tubuh yang sudah terbiasa dengan asupan nikotin selama bertahun-tahun.

Menanggapi temuan ini, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menekankan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Kemenangan sesungguhnya ada pada niat dan konsistensi si pengguna.

"Keberhasilan proses beralih ini pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan, tetapi sangat bergantung pada konsistensi individu dalam mengubah kebiasaan," kata Paido.

Menurut Paido, perokok harus mengenali pemicu (trigger) seperti stres atau tekanan sosial saat nongkrong. Produk alternatif hadir untuk mengisi kekosongan asupan nikotin agar keinginan kembali ke rokok konvensional bisa ditekan, terutama di fase awal yang paling kritis.

Bagi perokok yang ingin mulai beralih, Paido menyarankan pendekatan step-by-step alias bertahap. Perubahan drastis seringkali berujung pada kegagalan atau efek yoyo.

"Tidak perlu langsung berhenti total. Mulailah dengan menggantikan satu momen merokok dalam rutinitas harian dengan produk alternatif. Pendekatan kecil namun konsisten seringkali lebih efektif dan berkelanjutan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:51 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:28 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB