Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:43 WIB
Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz
Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
  • Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei mengumumkan pengambilalihan pengelolaan Selat Hormuz guna menghentikan campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
  • Langkah tersebut direspons dengan pembentukan pengawasan maritim internasional oleh AS dan Inggris setelah lalu lintas kapal menurun drastis.
  • Kebijakan baru Iran ini berdampak signifikan pada kenaikan harga minyak global hingga melampaui 120 dolar AS per barel.

Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamene, mengeluarkan pernyataan ditengah aloltnya upaya negosiasi antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS).

Mengutip dari The Guardian, dalam pernyataan tertulisnya yang dibacakan lewat stasiun televisi Iran, Khamene memproklamirkan "babak baru" bagi Teluk Persia dan mengklaim telah menggagalkan rencana militer AS di kawasan tersebut.

Pernyataan ini menjadi sorotan tajam karena merupakan pesan resmi pertama sejak dia menjabat pada Maret lalu.

"Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz,” kata Khamene yang dikutip, Jumat (1/5/2026).

Dalam pernyataan itu, Khamenei menekankan bahwa Iran akan mengambil alih pengelolaan Selat Hormuz guna menghentikan campur tangan pihak asing.

Teheran juga berencana menerapkan sistem baru bagi kapal-kapal yang melintas di jalur yang memasok 20 persen kebutuhan minyak global tersebut.

Langkah ini diklaim sebagai bentuk penguatan kedaulatan ekonomi yang akan menguntungkan negara-negara di kawasan.

Selain isu maritim, Khamenei menegaskan komitmen Iran untuk melindungi aset teknologi strategisnya, termasuk program nuklir dan rudal, yang disejajarkan dengan kepentingannya dengan kedaulatan wilayah perbatasan.

Sistem Peradilan Iran tetapkan siaga perang penuh untuk habisi warga yang dituduh mata-mata musuh. Kebebasan sipil terancam di tengah eskalasi konflik.[IranWire]
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamene.[IranWire]

Ketidakhadiran visual Khamenei dalam siaran tersebut terus memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya pasca-insiden pengeboman Februari lalu yang menewaskan pendahulunya.

Para analis menilai, pengumuman mengenai aturan baru di Selat Hormuz merupakan upaya Teheran untuk menunjukkan taji di tengah tekanan sanksi dan kehadiran militer AS.

Sejak 13 April, AS melakukan blokade balasan terhadap pelabuhan Iran, yang menyebabkan industri minyak Iran lumpuh dan harga minyak melonjak di atas 120 dolar AS per barel. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis dari 140 menjadi hanya 3 kapal per hari.

Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa pihak asing yang mencoba menguasai selat tersebut akan berakhir di dasar laut.

"Orang asing yang dengan jahat menginginkan selat itu dari jarak ribuan kilometer tidak punya tempat di sana kecuali di dasar perairannya,” kata pernyataan Khamenei.

Situasi ini menekan Presiden Trump menjelang pemilu sela karena harga BBM yang meroket, serupa dengan level awal invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Meskipun ada usulan untuk memisahkan isu nuklir demi membuka kembali jalur pelayaran, AS dan sekutunya tetap siaga. Penasihat militer Iran, Mohsen Rezaee, menegaskan bahwa Iran tidak akan kalah.

"Skenario pengepungan akan gagal dan Iran tidak akan pernah kehilangan Selat Hormuz. Sejarah akan mencatat bahwa bangsa Iran menenggelamkan kekuatan super Amerika di Teluk Persia dan Laut Oman. Baik di lapangan maupun diplomasi terus maju dengan koordinasi pemimpin revolusi dan dukungan rakyat," tulis Rezaee lewat akun X miliknya.

Sementara itu, negara-negara Teluk, terutama Uni Emirat Arab, telah mengecam kendali Iran atas selat tersebut sebagai tindakan yang mirip dengan pembajakan.

Saat ini, AS dan Inggris sedang merancang pengawasan maritim internasional (IMSC) untuk mengamankan Selat Hormuz tersebut di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Video | Rabu, 29 April 2026 | 19:00 WIB

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:30 WIB

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:37 WIB

Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel

Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 05:13 WIB

Terkini

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB