Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:12 WIB
BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai pelopor transformasi perbankan syariah nasional dengan meraih sertifikasi internasional ISO 56001:2024 Innovation Management System (IMS). (Dok: BSI)

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai pelopor transformasi perbankan syariah nasional dengan meraih sertifikasi internasional ISO 56001:2024 Innovation Management System (IMS). Pencapaian strategis ini menjadikan BSI sebagai perusahaan sekaligus bank pertama di Indonesia yang secara resmi mengantongi sertifikasi ISO 56001:2024, standar global terbaru untuk sistem manajemen inovasi.

ISO 56001:2024 merupakan standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk memastikan sebuah organisasi mampu mengelola inovasi secara sistematis, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Standar ini menekankan penguatan kepemimpinan, tata kelola, budaya organisasi, serta kesinambungan proses inovasi sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.

Sertifikasi ini diraih setelah BSI merampungkan proses audit eksternal yang komprehensif oleh TÜV NORD Indonesia pada Maret 2026. Pencapaian tersebut bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan wujud nyata komitmen BSI dalam menginternalisasi inovasi sebagai kapabilitas strategis perusahaan. Di tengah era pemanfaatan data, digitalisasi layanan, dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat di industri perbankan, BSI memastikan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada kecepatan dan efisiensi, tetapi juga dikelola melalui kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan akuntabel guna menjamin keamanan serta kenyamanan nasabah.

Penerapan Innovation Management System berbasis ISO 56001:2024 memungkinkan BSI membangun pengelolaan inovasi secara end-to-end, mulai dari penyelarasan dengan strategi perusahaan, pengelolaan portofolio inovasi, pengembangan ide dan solusi, hingga pengukuran kinerja serta realisasi nilai. Pendekatan yang terstruktur ini menjadi kunci untuk memastikan setiap inovasi produk maupun proses bisnis senantiasa relevan dengan kebutuhan lebih dari 23 juta nasabah BSI, sekaligus tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian dan nilai-nilai syariah.

Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya menyampaikan, pencapaian ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk menjadikan inovasi sebagai kapabilitas inti yang dikelola secara terarah dan bertanggung jawab.

"ISO 56001:2024 menjadi fondasi penting bagi BSI dalam memastikan bahwa inovasi dikembangkan secara sistematis, selaras dengan strategi perusahaan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Bagi kami, inovasi adalah bagian dari amanah untuk terus memberikan layanan terbaik dan membangun kepercayaan nasabah," tegas Arief.

Direktur PT TÜV NORD Indonesia, Gde Bayu Wicaksana saat penyerahan sertifikat ISO 56001:2024 kepada BSI menegaskan makna strategis pencapaian tersebut.

"BSI secara resmi menjadi perusahaan dan bank pertama di Indonesia yang menerapkan dan tersertifikasi ISO 56001:2024 Innovation Management System. Hal ini menunjukkan bahwa BSI telah memiliki kerangka manajemen inovasi yang matang, terstruktur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan, sejalan dengan praktik terbaik internasional," ujar Gde Bayu.

Sebagai first mover dalam penerapan standar manajemen inovasi global di industri perbankan nasional, pencapaian ini semakin memperkuat kredibilitas BSI di mata nasabah, regulator, investor, serta mitra strategis di tingkat domestik maupun internasional. Dengan fondasi sistem manajemen inovasi yang telah terstandardisasi secara global, BSI optimistis dapat terus memperluas jangkauan layanan, menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan untuk masa depan, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan seiring dengan penguatan kepercayaan publik.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:15 WIB

Sidang Korupsi Sertifikasi K3 Kemnaker Ditunda, Terdakwa Minta Waktu Pelajari BAP

Sidang Korupsi Sertifikasi K3 Kemnaker Ditunda, Terdakwa Minta Waktu Pelajari BAP

News | Kamis, 30 April 2026 | 14:46 WIB

Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah

Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 10:32 WIB

Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!

Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:01 WIB

3 Produk Apple Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada MacBook Neo dan iPhone Murah

3 Produk Apple Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada MacBook Neo dan iPhone Murah

Tekno | Minggu, 19 April 2026 | 17:43 WIB

Terkini

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:28 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB