Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

M Nurhadi

Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:10 WIB
Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global
Ilustrasi Batik (pixabay.com)
baca 10 detik
  • Sebanyak 100 delegasi Welcome Clubs International mengunjungi Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, untuk meninjau transformasi industri batik berbasis komunitas.
  • Kegiatan ini bertujuan memperkuat diplomasi ekonomi dan memahami peran warisan budaya dalam meningkatkan kemandirian finansial masyarakat pedesaan.
  • Industri batik di Giriloyo terbukti berhasil menjadi motor ekonomi inklusif sekaligus memberdayakan perempuan melalui keterampilan serta inovasi desain.

Suara.com - Sektor ekonomi kreatif berbasis warisan budaya terus menunjukkan perannya sebagai pilar ketahanan ekonomi lokal yang inklusif di Indonesia.

Aktivitas ekonomi yang berpusat pada komunitas, seperti industri batik rumahan, terbukti mampu mengintegrasikan pelestarian tradisi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi perempuan yang signifikan di wilayah pedesaan.

Dalam konteks penguatan ekosistem ekonomi berbasis budaya tersebut, sekitar 100 delegasi dari Welcome Clubs International (WCI) Biennial Conference melakukan kunjungan kerja ke Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian konferensi internasional yang bertujuan membedah keterkaitan antara tradisi dan transformasi ekonomi.

Melalui tinjauan lapangan ini, para perwakilan dari belasan negara melihat secara langsung bagaimana industri batik bertransformasi dari sekadar kerajinan tangan menjadi sektor usaha yang mandiri dan berkelanjutan.

Konferensi yang tahun ini dipandu oleh Women’s International Club (WIC) Jakarta mengangkat tema "Bridging Traditions and Transformations".

Tema tersebut menyoroti bagaimana pendidikan dan warisan budaya menjadi modal utama dalam memperkuat kemandirian finansial komunitas. 

Ketua WCI Biennial Conference, Dr. Nina Handoko, menjelaskan bahwa pemilihan Yogyakarta, khususnya Giriloyo, bertujuan untuk menunjukkan sisi lain dari dinamika ekonomi Indonesia.

baca juga

Jika Jakarta merepresentasikan pertumbuhan kota metropolitan, Yogyakarta menawarkan model living heritage yang menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat.

“Di Giriloyo, para delegasi dapat menyaksikan bagaimana batik terus bertransformasi menjadi sumber penguatan ekonomi yang mampu mengangkat harkat komunitas, terutama perempuan,” ujar Dr. Nina.

Resiliensi Ekonomi dan Pemulihan Komunitas

Dalam diskusi panel yang menjadi bagian dari kunjungan tersebut, pengamat pelestarian pusaka budaya dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Laretna Adhisakti, memaparkan aspek resiliensi para perajin.

Ia menyoroti perjalanan perempuan pembatik di Imogiri yang sempat terdampak gempa bumi 2006, namun berhasil bangkit melalui penguatan kemandirian ekonomi berbasis keterampilan tradisional.

Senada dengan hal tersebut, praktisi batik Afif Syakur menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui inovasi desain dan edukasi adalah kunci agar produk budaya tetap relevan di pasar global.

Melalui program pengembangan kapasitas, para perempuan pembatik didorong untuk meningkatkan kreativitas guna memastikan keberlanjutan pendapatan dari sektor kreatif.

Selain sebagai wadah edukasi, kunjungan ini berfungsi sebagai sarana diplomasi ekonomi (soft diplomacy). Interaksi langsung antara delegasi internasional dan para perajin lokal membuka peluang dialog mengenai standar kualitas dan apresiasi pasar mancanegara terhadap produk batik tulis.

Ketua Program WCI di Yogyakarta, Danie Prakosa, menyampaikan bahwa kehadiran delegasi asing merupakan bentuk penghormatan bagi pelaku budaya lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional.

Dengan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, batik di Giriloyo diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalah dari Persita Tangerang, Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Yogyakarta

Kalah dari Persita Tangerang, Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Yogyakarta

Bola | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:23 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Di Balik Catatan BRI, Ini Alasan Segmen UMKM Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik Dunia

Di Balik Catatan BRI, Ini Alasan Segmen UMKM Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik Dunia

Bri | Kamis, 30 April 2026 | 17:47 WIB

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:15 WIB

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 52 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 52 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:44 WIB

Terkini

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:55 WIB

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:45 WIB

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 15:38 WIB

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:36 WIB

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:35 WIB

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:30 WIB

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:29 WIB

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

×