Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 04 Mei 2026 | 15:53 WIB
Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.394/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 0,33% ke Rp17.394 akibat data ekonomi RI yang mengecewakan.
  • Ekspor-impor anjlok & inflasi turun tajam picu dilema kebijakan suku bunga BI.
  • Indeks dolar naik ke 98,25, membuat posisi rupiah semakin tertekan di Asia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup tak berdaya pada perdagangan Senin sore (4/5/2026). Mata uang Garuda terkapar seiring dengan rilis data ekonomi domestik yang dinilai mengecewakan pasar.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot merosot ke level Rp17.394 per dolar AS. Posisi ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,33 persen dibandingkan penutupan pekan lalu yang berada di level Rp17.345. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mematok rupiah di angka Rp17.368 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai kejatuhan rupiah kali ini dipicu oleh sentimen internal yang kurang menggairahkan. "Rupiah berbalik melemah cukup besar terhadap dolar AS setelah data-data ekonomi yang sangat mengecewakan," ujar Lukman saat dihubungi, Senin (4/5/2026).

Menurut Lukman, meski neraca perdagangan masih surplus, namun performa ekspor dan impor Indonesia anjlok cukup tajam. Selain itu, inflasi tahunan yang merosot dari 3,48 persen ke 2,42 persen menciptakan dilema tersendiri bagi Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

"Peluang perlemahan rupiah kedepannya masih sangat terbuka," tandas Lukman.

Kondisi lesu ini tidak hanya dialami rupiah. Di kawasan Asia, Baht Thailand memimpin pelemahan dengan terkoreksi 0,45 persen, disusul rupiah (0,33 persen), Peso Filipina (0,19 persen), Dolar Singapura (0,15 persen), dan Rupee India (0,13 persen). Sebaliknya, Ringgit Malaysia justru perkasa dengan penguatan 0,35 persen.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat ke level 98,25 dari posisi sebelumnya di 98,15. Dominasi dolar ini praktis membuat rupiah sulit untuk bangkit dari zona merah dalam waktu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:08 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×