Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Djaka Budi Utama (tengah) meninjau kesiapan layanan kepabeanan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Bea Cukai]
baca 10 detik
  • Dirjen BC Djaka Budi Utama terseret kasus suap impor Rp61,3 M di PN Tipikor.
  • Pertemuan Hotel Borobudur diduga jadi pintu suap jalur cepat Blueray Cargo.
  • ea Cukai pilih irit bicara dan hormati proses hukum terkait dugaan korupsi.

Suara.com - Tabir gelap dugaan praktik lancung di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai tersingkap di meja hijau. Nama sang nakhoda, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, terseret dalam pusaran kasus dugaan suap importasi barang yang kini bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat.

Dalam surat dakwaan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terungkap sebuah pertemuan krusial di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Juli 2025. Pertemuan itu bukan sekadar jamuan makan biasa, melainkan diduga menjadi awal mula "main mata" antara pengusaha dan birokrat.

Djaka disebut hadir dalam pertemuan tersebut bersama jajaran elit DJBC lainnya, yakni Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar. Agenda utamanya: memuluskan jalur cepat bagi barang-barang impor milik Blueray Cargo yang sebelumnya "tersandera" di jalur merah dan terkendala dwelling time.

Guyuran Dolar dan Kemewahan

Bukan tanpa imbalan, "pelicin" untuk para bos Bea Cukai ini tergolong fantastis. Jaksa KPK membeberkan modus operandi terdakwa pimpinan Blueray Cargo, John Field, dkk, yang diduga mengguyur para pejabat dengan uang secara berkelanjutan sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.

Aliran dana tersebut mengalir deras dalam bentuk dolar Singapura. Jika dikonversi, total nilai suap mencapai angka yang mencengangkan, yakni Rp61,3 miliar. Tak hanya uang tunai, para pejabat ini juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas hiburan hingga barang-barang mewah senilai Rp1,8 miliar.

Bea Cukai Irit Bicara

Merespons terseretnya nama sang Dirjen, pihak Bea Cukai memilih untuk tidak banyak berkomentar. Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami menghormati proses hukum di pengadilan dengan menjunjung asas praduga tak bersalah. Karena sudah masuk tahap persidangan, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara," ujar Budi dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

baca juga

Skandal ini kini menjadi sorotan tajam publik. Sebagai instansi yang menjadi penjaga pintu gerbang ekonomi negara, keterlibatan jajaran elit dalam kasus suap puluhan miliar ini menjadi tamparan keras bagi upaya pembersihan birokrasi di tanah air.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak tenang merespons kabar miring yang menimpa anak buahnya. Menkeu menegaskan tidak akan memberhentikan Djaka Budi Utama dari jabatannya dalam waktu dekat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Prosesnya kan baru mulai, namanya baru muncul, masa langsung berhenti? Kita lihat sampai clear sejelas-jelasnya seperti apa kasus itu, baru kita akan ambil tindakan," tegas Purbaya di Kantor Kemenkeu.

Meski memberikan pendampingan hukum, Purbaya membantah adanya intervensi terhadap proses hukum yang berjalan di KPK. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Djaka, dan sang Dirjen menyatakan pasrah dan siap mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku.

"Sudah (komunikasi). Dia akan ikuti proses hukum yang berlaku. Ini kan belum apa-apa kan masih baru. Saya kan belum terlalu jelas ini seperti apa. Ini kan baru disebutin tadi malam di satu media kan, di pengadilan. Nanti kita lihat seperti apa kelanjutan prosesnya. Itu saja," jelas Purbaya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB