Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

M Nurhadi

Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:39 WIB
AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100
Kapal perusak kelas Arleigh Burke (DDG 51) milik AL Amerika Serikat [Naval Technology]
baca 10 detik
  • Militer Iran menyerang armada AS di Teluk Oman pada 7 Mei 2026 sebagai balasan atas pelumpuhan kapal tanker mereka.
  • Serangan udara AS menargetkan infrastruktur militer Iran di Qeshm dan Bandar Abbas, memicu kekhawatiran berakhirnya gencatan senjata bilateral.
  • Gangguan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan mengancam stabilitas ekonomi global serta inflasi di berbagai negara.

Suara.com - Pada Kamis (7/5/2026), militer Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone peledak terhadap armada Angkatan Laut Amerika Serikat. Aksi ini memicu kekhawatiran besar akan berakhirnya gencatan senjata yang baru saja disepakati pada April lalu.

Ketegangan bermula pada Rabu (6/5), ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran di sekitar Teluk Oman.

Pihak Teheran melalui Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengecam tindakan tersebut sebagai aksi "bandit" dan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengerahkan berbagai rudal anti-kapal dan pesawat tak berawak. Laporan dari kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa tiga kapal perusak AS terpaksa mundur ke arah Teluk Oman setelah mengalami kerusakan akibat tembakan tersebut.

Namun, klaim ini dibantah oleh CENTCOM yang menyatakan bahwa mereka berhasil menghalau serangan "tanpa provokasi" dari Iran dan bertindak murni untuk pertahanan diri.

Eskalasi tidak hanya terjadi di laut. Laporan dari Fox News menyebutkan militer AS melancarkan serangan udara terhadap infrastruktur militer di Pelabuhan Qeshm dan Kota Bandar Abbas.

Di saat yang sama, suara ledakan keras terdengar hingga ke barat Teheran. Kantor berita Mehr mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara di ibu kota Iran sempat beroperasi aktif untuk menghalau ancaman udara.

Meskipun terjadi baku tembak yang intens, pejabat senior militer AS menegaskan bahwa operasi tersebut tidak bermaksud untuk memulai kembali perang skala penuh.

Presiden Donald Trump pun menyatakan bahwa gencatan senjata secara teknis masih berlaku, sembari memperingatkan Iran untuk segera menandatangani kesepakatan damai permanen guna menghindari kekerasan lebih lanjut.

baca juga

Analisis: Dilema Gencatan Senjata Sepihak

Trita Parsi, pakar dari Quincy Institute, menilai situasi ini sangat rumit bagi Teheran. Menurutnya, Iran melihat tindakan AS sebagai upaya menciptakan kondisi "gencatan senjata sepihak".

"Persepsi Iran adalah mereka dilarang membalas, namun jika AS memutuskan untuk menembak, hal itu dianggap bukan pelanggaran gencatan senjata. Ini sangat sulit diterima oleh pihak Iran," jelas Parsi, dilansir dari Aljazeera.

Sumbatan di Selat Hormuz—jalur nadi bagi pasokan minyak dan LNG global—telah menyebabkan aktivitas pelayaran hampir berhenti total. Gangguan pada rute kunci ini langsung memukul pasar energi dunia yang sebelumnya mulai stabil.

Update Harga Minyak Dunia:

Minyak Mentah (WTI): Naik kembali ke level US$97,0 per barel.

Minyak Brent: Kembali menembus angka psikologis US$102,7 per barel.

Kenaikan ini menghapus stigma positif pasar yang sebelumnya berharap harga minyak tetap stabil di bawah US$100. Disrupsi ini diprediksi akan memicu tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk memberikan beban tambahan bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

Meski demikian, media Rusia, Sputnik menyebut, Selat Hormuz dan kota-kota pesisir Iran telah kembali normal setelah terjadi baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat, menurut laporan Press TV pada Jumat.

Sebelumnya pada Kamis malam, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, mengatakan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah Iran, termasuk pantai pelabuhan Khamir, kota Sirik dan Pulau Qeshm, serta dua kapal Iran.

Angkatan bersenjata Iran segera membalas, menyerang kapal perang Amerika di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar, menyebabkan kerusakan yang signifikan, tambahnya.

Sebagai tanggapan, Komando Pusat AS mengatakan bahwa militer AS "menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran tempat serangan dilakukan terhadap pasukan AS."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:34 WIB

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:57 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB

Terkini

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB