- PT ASDP Indonesia Ferry membukukan pendapatan Rp 4,96 triliun dan laba Rp 285,4 miliar sepanjang tahun 2025.
- Perusahaan berhasil menekan angka kecelakaan kapal hingga mencapai 0,220 persen selama operasional transportasi sepanjang tahun 2025.
- Layanan penyeberangan perintis di wilayah 3TP meningkat dengan pertumbuhan trip mencapai 11 persen dibanding tahun sebelumnya.
Suara.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 4,96 triliun dengan laba konsolidasi mencapai Rp 285,4 miliar hingga akhir tahun 2025.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, kinerja perusahaan tetap tumbuh meski sektor transportasi penyeberangan menghadapi berbagai tantangan operasional dan tingginya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah kompleksitas layanan penyeberangan nasional.
"Keselamatan tidak boleh dianggap selesai. Ini harus menjadi kesadaran kolektif dan prioritas utama dalam setiap lini pelayanan dan operasionl kita. Melalui HUT ke-53 ini, kami ingin memperkuat semangat bahwa ASDP tidak hanya hadir menghubungkan antarpulau, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Heru di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Sepanjang 2025, ASDP masih menghadapi sejumlah insiden pelayaran, mulai dari kecelakaan, kapal kandas, hingga tabrakan kapal.
Meski demikian, perusahaan berhasil menjaga tingkat kecelakaan kapal di angka 0,220 persen atau lebih baik dibanding target perusahaan sebesar 0,230 persen, dengan total lima kecelakaan kapal sepanjang tahun.
Selain mencatatkan pertumbuhan keuangan, ASDP juga memperkuat perannya sebagai penghubung wilayah nusantara, khususnya daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Hingga akhir 2025, layanan penyeberangan perintis ASDP mencatat lebih dari 93 ribu trip atau tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angkutan kendaraan juga meningkat 15 persen menjadi lebih dari 556 ribu unit.
Perusahaan menilai capaian tersebut menunjukkan peran strategis ASDP bukan hanya sebagai operator transportasi, tetapi juga penggerak konektivitas dan ekonomi nasional.
Dari sisi layanan, tingkat kepuasan pelanggan ASDP tercatat mencapai skor 3,34 dari skala 4. Capaian itu didukung penguatan layanan digital, peningkatan kompetensi petugas, dan operasional yang semakin andal.
Pada periode Angkutan Lebaran dan Natal-Tahun Baru (Nataru), ASDP juga mendapat apresiasi atas pengelolaan layanan penyeberangan yang dinilai semakin baik dan terintegrasi.
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan momentum HUT ke-53 menjadi pengingat bagi seluruh insan perusahaan untuk terus memperkuat budaya pelayanan dan keselamatan secara berkelanjutan.
"Melalui semangat ASDP Berdampak, kami ingin memastikan setiap layanan yang dihadirkan bukan hanya andal dan aman, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan masa depan Indonesia," pungkas Windy.