Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
IHSG diprediksi akan masih tertekan pada perdagangan pekan depan disebabkan sentimen perang AS-Iran. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]
  • IHSG diprediksi mengalami tekanan atau potensi penguatan terbatas pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 di Jakarta.
  • Pelemahan dipicu oleh kenaikan tarif royalti pertambangan, ketegangan geopolitik AS-Iran, serta ancaman penyebaran virus Hantavirus.
  • Para analis merekomendasikan pemantauan saham seperti KLBF, MAPI, MAPA, AADI, dan BULL pada perdagangan awal pekan tersebut.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan masih tertekan pada peragangan awal pekan, Senin, 11 Mei 2026.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG besok berpotensi melemah dalam rentang level support 6.892 dan resistance 7.095.

Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelemahan tren yang diperkuat dengan pergerakan RSI yang terus menurun.

"Selain itu, tercatat tekanan jual asing masih berlanjut di reguler market sebesar Rp2,44 triliun di perdagangan pekan lalu," katanya saat dihubungi Suara.com, Minggu (10/5/2026).

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
IHSG diprediksi akan masih tertekan pada perdagangan pekan depan disebabkan sentimen perang AS-Iran.[ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

Menurut Audi, pasar saat ini sedang mencerna dampak usulan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 mengenai kenaikan tarif royalti pertambangan. Kebijakan ini muncul seiring adanya potensi windfall profit akibat lonjakan harga komoditas global.

Dalam usulan tersebut, tarif dasar royalti emas akan dinaikkan dari 7 persen menjadi 14 persen, atau melonjak 100 persen pada bracket bawah. Sedangkan, untuk tembaga dengan asumsi harga rata-rata tahun 2026 sebesar 12.655 dolar AS, tarif efektifnya diusulkan naik dari 10 persen menjadi 12 persen.

"Kondisi ini dinilai akan menekan margin emiten terkait dan direspons negatif oleh pasar," bebernya.

Selain isu royalti, sentimen geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih dalam tahap negosiasi komprehensif turut menjadi perhatian. Jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam 30 hari ke depan, dikhawatirkan akan terjadi eskalasi militer.

Di dalam negeri, kekhawatiran mengenai penyebaran varian Hantavirus juga memicu investor untuk melakukan reposisi portofolio ke sektor kesehatan.

Sementara itu, Audi merekomendasikan saham KLBF (spec buy) dengan target resistance 1.000 dan MAPI (trading buy) dengan resistance 1.590.

Berbeda dengan pandangan Kiwoom, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat adanya peluang penguatan terbatas bagi IHSG pada Senin mendatang.

Ia memperkirakan akan terjadi technical rebound setelah indeks mengalami tekanan pada akhir pekan sebelumnya.

"Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support pada 6.946 dan resistance di 7.049," ujar Herditya.

Sementara itu, Herditya Wicaksana menyarankan investor untuk memantau saham MAPA(target 695-725), AADI (target 10.225-10.825), dan BULL (target 520-555) sebagai pilihan untuk perdagangan Senin 11 Mei 2026.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB