BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:19 WIB
BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit
Ilustrasi saham-saham masuk list MSCI. [Suara.com/Hadi]
baca 10 detik
  • BEI mengeluarkan sembilan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi dari indeks utama demi menjaga kredibilitas serta transparansi pasar modal nasional.
  • Kebijakan strategis ini berpotensi menurunkan bobot saham Indonesia dalam indeks global MSCI pada periode jangka pendek secara sementara.
  • BEI mewajibkan emiten memenuhi ketentuan *free float* sesuai Peraturan 1-A melalui pengelompokan berdasarkan kapitalisasi pasar dan jadwal khusus.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pasar modal. Salah satunya, mengeluarkan saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) dari jajaran indeks utama.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan adanya aturan high shareholding concentration membuat, bobot saham Indonesia dalam indeks global milik Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan berkurang.

Kondisi ini terjadi mengingat peluang keluarnya sejumlah saham RI dari indeks global tersebut.

"Jadi, kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, kita dalam jangka pendek akan melihat mungkin saja weighting Indonesia turun," ujar Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam acara Investor Relations Forum di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Jeffrey menegaskan bahwa meskipun langkah ini berpotensi menurunkan bobot Indonesia di pasar global dalam jangka pendek, hal tersebut merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang.

Dia menilai, aturan ini sebagai "pil pahit" demi kesehatan ekosistem pasar modal yang lebih berkelanjutan.

Ilustrasi investor. [Freepik]
Ilustrasi investor. [Freepik]

"Apa yang dilakukan MSCI sejalan dengan langkah kami. Saham-saham yang masuk dalam high shareholding concentration sudah kami keluarkan dari indeks utama kami. Kami melihat ini sebagai short term pain untuk long term gain. Ibaratnya, ini adalah pil pahit yang harus kita telan saat ini untuk kesehatan jangka panjang," bebernya.

Dia pun mengungkapkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan langkah MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang bertujuan menjaga kredibilitas indeks harga saham nasional serta meningkatkan kepercayaan investor global terhadap transparansi pasar di Indonesia.

Kebijakan penghapusan emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi ini telah diterapkan pada indeks bergengsi seperti IDX 80, LQ 45, dan IDX 30 guna memperkuat fundamental ekonomi dan daya saing bursa.

baca juga

"Setelah kami mengumumkan High shareholding concentration Terhadap 9 saham Saham-saham yang masuk di dalam high shareholding concentration itu, sudah kami keluarkan dari prime index kami IDX 80 LQ 45 dan IDX 30," tuturnya.

Terkait aturan pemenuhan saham beredar di publik atau free float, BEI terus mendorong emiten untuk mematuhi Peraturan 1-A.

Aturan ini menjelaskan bahwa pihaknya telah mengklasifikasikan emiten ke dalam tiga kelompok utama untuk mempermudah pengawasan dan asistensi.

Kelompok pertama adalah emiten dengan nilai kapitalisasi di atas Rp5 triliun yang saat ini kepemilikan publiknya belum mencapai 12,5 persen.

Kelompok kedua mencakup emiten dengan kapitalisasi di atas Rp5 triliun yang posisi free float-nya berada di angka 12,5 persen sampai dengan 15 persen.

Sementara kelompok ketiga adalah emiten dengan kapitalisasi di bawah Rp5 triliun.

"Masing-masing kelompok sudah ada jadwal pemenuhannya. Kami juga intens melakukan diskusi dan komunikasi dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) agar bisa berkolaborasi melakukan pemenuhan terhadap ketentuan minimum free float ini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×