Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai melonjak setelah pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Rupiah tembus Rp17.500, menjadi titik terlemah sepanjang sejarah dan memukul pasar elektronik.
  • Penjualan elektronik ritel anjlok hingga 50 persen akibat harga naik dan daya beli masyarakat merosot.
  • Pedagang kecil mendesak pemerintah segera stabilkan kurs demi mencegah kebangkrutan massal.

Suara.com - Pelemahan rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS dan disebut menjadi titik terlemah sepanjang sejarah mulai menghantam pasar elektronik ritel. Bukan hanya harga barang yang naik, pedagang kini mengeluhkan penjualan yang turun drastis karena konsumen menahan belanja.

Salah satu pedagang elektronik di Pasar Minggu, Riri mengaku daya beli masyarakat merosot tajam sejak kenaikan harga mulai terasa pada awal Mei 2026.

“Lumayan sih, mungkin sekitar 50 persen ada. Dari 100 persen, 50 persen ada, separuh,” kata Riri kepada Suara.com, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, tekanan penjualan baru benar-benar terasa setelah harga mulai bergerak naik, berbeda dengan April saat harga masih relatif stabil.

“Kalau yang bulan April kemarin soalnya kan harga belum masih belum naik, masih standar. Pengaruhnya baru awal-awal ini,” ujarnya.

Kondisi ini mencerminkan bagaimana pelemahan kurs rupiah tidak hanya berdampak pada kenaikan biaya impor elektronik, tetapi juga langsung menekan transaksi di tingkat toko.

Sebagai sektor yang banyak bergantung pada komponen dan produk berbasis dolar AS, barang elektronik menjadi salah satu kategori paling sensitif terhadap gejolak nilai tukar.

Bagi pedagang, situasi ini tidak mudah karena kenaikan harga memukul dua sisi sekaligus, yakni penjual kesulitan menjaga omzet, sementara pembeli menunda transaksi.

“Soalnya pengaruh (nilai tukar rupiah) ke penjual-penjual sama yang pembeli itu pengaruh semua,” kata Riri.

baca juga

Ia pun berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan lonjakan harga dan menjaga stabilitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada perputaran penjualan harian.

“Kalau buat pemerintah sih pengennya ya harga ya tolong dituruninlah jangan sampai naiknya melonjak banget, pengaruh soalnya buat yang dagang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

×