Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 13 Mei 2026 | 07:37 WIB
Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China
Ilustrasi pedagang barang-barang elektronik China kini menjadi incaran masyarakat sejak rupiah ambruk ke Rp17.500, di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Pelemahan rupiah hingga Rp17.500 per dolar AS menyebabkan kenaikan harga produk elektronik di Pasar Minggu sejak Mei 2026.
  • Konsumen beralih membeli merek elektronik asal China yang lebih terjangkau untuk menyiasati kenaikan harga barang premium tersebut.
  • Perubahan perilaku belanja masyarakat terjadi akibat ketergantungan sektor elektronik pada impor yang berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Suara.com - Pelemahan rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS mulai mengubah pola belanja masyarakat di pasar elektronik.

Di tengah kenaikan harga berbagai produk, konsumen disebut mulai meninggalkan merek-merek mahal dan beralih ke produk China yang dinilai lebih terjangkau.

Salah seorang pedagang elektronik, Riri, mengatakan perubahan itu mulai terlihat ketika harga sejumlah barang naik dan pembeli menjadi lebih sensitif terhadap selisih harga.

“Nah kalau kita pengaruhnya di harga naik kayak brand-brand tertentu paling pada (pembeli) ke merek-merek China,” kata Riri kepada Suara.com di Pasar Minggu, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, pergeseran pilihan konsumen ini mulai terasa pada awal Mei 2026. Sebelumnya, pada April, pasar masih relatif normal karena harga elektronik belum banyak mengalami penyesuaian.

Namun ketika rupiah terus melemah dan harga naik, konsumen mulai menyesuaikan strategi belanja dengan mencari produk yang lebih murah.

Mata uang Garuda mencatatkan sejarah kelam pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026) dengan menyentuh level Rp17.100 per dolar AS. Desain Gemini AI.
Mata uang Garuda mencatatkan sejarah kelam dengan menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. [Gemini AI]

“Kalau yang bulan April kemarin soalnya kan harga belum masih belum naik, masih standar. Pengaruhnya baru awal-awal ini,” ujarnya.

Fenomena tersebut menunjukkan tekanan kurs dolar kini bukan hanya berdampak pada kenaikan harga, tetapi juga mengubah perilaku konsumsi rumah tangga.

Produk dengan harga lebih rendah kini semakin dilirik sebagai alternatif dibanding merek premium.

baca juga

Bagi banyak pembeli, keputusan membeli elektronik kini lebih didasarkan pada kemampuan anggaran dibanding preferensi merek.

“Merek-merek China enggak semahal yang brand-brand tertentu harganya,” ucap Riri.

Sebagai sektor yang banyak bergantung pada impor barang jadi maupun komponen, elektronik menjadi salah satu pasar paling cepat merasakan dampak pelemahan rupiah.

Saat harga naik, konsumen cenderung mencari produk lebih murah demi menjaga pengeluaran tetap terkendali.

“Soalnya pengaruh (nilai tukar rupiah) ke penjual-penjual sama yang pembeli itu pengaruh semua,” kata Riri.

Ia pun berharap, pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan lonjakan harga dan menjaga stabilitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada perputaran penjualan harian.

“Kalau buat pemerintah sih pengennya ya harga ya tolong diturunin lah jangan sampai naiknya melonjak banget, pengaruh soalnya buat yang dagang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:18 WIB

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 10:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Viral, Fasilitas Perusahaan Sawit PT Bumi Sentosa Abadi Dibakar Massa

Viral, Fasilitas Perusahaan Sawit PT Bumi Sentosa Abadi Dibakar Massa

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat

Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras

Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:19 WIB

×