Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 13 Mei 2026 | 07:37 WIB
Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China
Ilustrasi pedagang barang-barang elektronik China kini menjadi incaran masyarakat sejak rupiah ambruk ke Rp17.500, di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Pelemahan rupiah hingga Rp17.500 per dolar AS menyebabkan kenaikan harga produk elektronik di Pasar Minggu sejak Mei 2026.
  • Konsumen beralih membeli merek elektronik asal China yang lebih terjangkau untuk menyiasati kenaikan harga barang premium tersebut.
  • Perubahan perilaku belanja masyarakat terjadi akibat ketergantungan sektor elektronik pada impor yang berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Suara.com - Pelemahan rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS mulai mengubah pola belanja masyarakat di pasar elektronik.

Di tengah kenaikan harga berbagai produk, konsumen disebut mulai meninggalkan merek-merek mahal dan beralih ke produk China yang dinilai lebih terjangkau.

Salah seorang pedagang elektronik, Riri, mengatakan perubahan itu mulai terlihat ketika harga sejumlah barang naik dan pembeli menjadi lebih sensitif terhadap selisih harga.

“Nah kalau kita pengaruhnya di harga naik kayak brand-brand tertentu paling pada (pembeli) ke merek-merek China,” kata Riri kepada Suara.com di Pasar Minggu, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, pergeseran pilihan konsumen ini mulai terasa pada awal Mei 2026. Sebelumnya, pada April, pasar masih relatif normal karena harga elektronik belum banyak mengalami penyesuaian.

Namun ketika rupiah terus melemah dan harga naik, konsumen mulai menyesuaikan strategi belanja dengan mencari produk yang lebih murah.

Mata uang Garuda mencatatkan sejarah kelam pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026) dengan menyentuh level Rp17.100 per dolar AS. Desain Gemini AI.
Mata uang Garuda mencatatkan sejarah kelam dengan menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. [Gemini AI]

“Kalau yang bulan April kemarin soalnya kan harga belum masih belum naik, masih standar. Pengaruhnya baru awal-awal ini,” ujarnya.

Fenomena tersebut menunjukkan tekanan kurs dolar kini bukan hanya berdampak pada kenaikan harga, tetapi juga mengubah perilaku konsumsi rumah tangga.

Produk dengan harga lebih rendah kini semakin dilirik sebagai alternatif dibanding merek premium.

baca juga

Bagi banyak pembeli, keputusan membeli elektronik kini lebih didasarkan pada kemampuan anggaran dibanding preferensi merek.

“Merek-merek China enggak semahal yang brand-brand tertentu harganya,” ucap Riri.

Sebagai sektor yang banyak bergantung pada impor barang jadi maupun komponen, elektronik menjadi salah satu pasar paling cepat merasakan dampak pelemahan rupiah.

Saat harga naik, konsumen cenderung mencari produk lebih murah demi menjaga pengeluaran tetap terkendali.

“Soalnya pengaruh (nilai tukar rupiah) ke penjual-penjual sama yang pembeli itu pengaruh semua,” kata Riri.

Ia pun berharap, pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan lonjakan harga dan menjaga stabilitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada perputaran penjualan harian.

“Kalau buat pemerintah sih pengennya ya harga ya tolong diturunin lah jangan sampai naiknya melonjak banget, pengaruh soalnya buat yang dagang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:18 WIB

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 10:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

×