Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:37 WIB
Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, masih melemah di Sesi I. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,81 persen ke level 6.734 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 13 Mei 2026.
  • Tekanan pasar dipicu inflasi Amerika Serikat yang meningkat, ketegangan geopolitik, serta dampak rebalancing indeks MSCI Emerging Markets.
  • Kekhawatiran investor mengenai kebijakan suku bunga The Fed dan pelemahan nilai tukar rupiah mendorong aksi jual saham.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus memerah pada sesi pertama perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. IHSG pada sesi I turun 124 poin atau 1,81 persen ke level 6.734.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, tekanan IHSG datang dari sentimen global mulai dari lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS), ketegangan geopolitik Timur Tengah, hingga dampak rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pilarmas menjelaskan, pasar regional Asia bergerak bervariasi karena investor tengah menimbang dampak inflasi AS yang kembali naik dan memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, masih melemah di Sesi I. [Suara.com/Alfian Winanto]

Inflasi AS secara tahunan tercatat naik menjadi 3,8 persen dari sebelumnya 3,3 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan.

"Pasar menilai, inflasi AS yang lebih tinggi dan ketegangan geopolitik Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia tentunya ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada 14-15 Mei mendatang. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas sejumlah isu sensitif, terutama terkait perdagangan dan tarif antara Washington dan Beijing.

Dari domestik, tekanan terhadap IHSG juga dipicu respons pasar atas hasil rebalancing MSCI periode Mei 2026 yang menurunkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets.

"Pelaku pasar merespons akan kekhawatiran keluarnya arus modal dari pasar keuangan. Sentimen ini dipicu oleh penurunan bobot indeks saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets pasca-proses rebalancing yang mendorong tekanan aksi jual," lanjut riset tersebut.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi perhatian investor karena berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat lonjakan subsidi.

Untuk rekomendasi perdagangan, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham RAJA dengan rating buy pada area support dan resistance 4.170–4.710.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan sesi I, sebanyak 24,74 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,26 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,46 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 280 saham bergerak naik, sedangkan 411 saham mengalami penurunan, dan 268 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain KOPI, KONI, ELPI, SWID dan BNBR.

Sedangkan saham dengan penurunan terdalam ditempati MSIN, YOII, TPIA, MORA dan SIPD.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:45 WIB

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32 WIB

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:45 WIB

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:26 WIB

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:21 WIB

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:19 WIB

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:17 WIB

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB