Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 31 Maret 2026 | 08:10 WIB
Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]
baca 10 detik
  • Pelemahan rupiah hingga mendekati Rp17.000/USD lebih disebabkan oleh tekanan pasar global, bukan fundamental ekonomi Indonesia.
  • Tekanan global meliputi konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, inflasi, dan penguatan dolar sebagai aset aman.
  • Rupiah relatif lebih tahan dibanding mata uang Asia lain, namun pelemahan jangka pendek diperkirakan berlanjut terbatas.

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang mendekati bahkan sempat menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang memburuk.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman, mengatakan pelemahan rupiah lebih tepat dibaca sebagai respons pasar terhadap tekanan global yang sedang meningkat, bukan semata-mata karena faktor domestik.

“Rupiah yang mendekati atau sempat menembus 17.000 tidak otomatis berarti ekonomi Indonesia dipandang sangat buruk oleh investor. Ini lebih sebagai alarm bahwa pasar sedang sangat sensitif terhadap berbagai faktor eksternal,” ujarnya saat dihubungi Suara.com, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah faktor global yang memicu tekanan tersebut antara lain memanasnya konflik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak yang mendekati 110 dolar AS per barel, meningkatnya kekhawatiran inflasi global, serta menguatnya dolar AS sebagai aset safe haven.

Tekanan ini, kata dia, tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga menyebar ke berbagai negara di Asia. Bahkan, pelemahan rupiah tergolong lebih ringan dibandingkan mata uang lain di kawasan.

“Per 30 Maret 2026, kurs rupiah berada di level 16.992 per dolar AS dan sejak konflik meletus melemah sekitar 1,8 persen. Namun pelemahannya masih lebih ringan dibandingkan won Korea, rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand,” jelasnya.

Harga minyak dunia terus naik akibat krisis di Teluk. Amerika Serikat mendesak negara-negara sekutunya dan China untuk mengerahkan kapal perang untuk membuka Selat Hormuz. [Suara.com/Iqbal]
Harga minyak dunia terus naik akibat krisis di Teluk. Amerika Serikat mendesak negara-negara sekutunya dan China untuk mengerahkan kapal perang untuk membuka Selat Hormuz. [Suara.com/Iqbal]

Rizal menilai, ketahanan rupiah juga ditopang oleh perbaikan terms of trade Indonesia, terutama dari kenaikan harga komoditas seperti crude palm oil (CPO).

Meski demikian, ia tidak menampik adanya kehati-hatian investor terhadap Indonesia. Hal ini tercermin dari arus keluar dana asing di pasar saham serta tekanan yang masih terjadi di pasar obligasi, di tengah pandangan negatif dari sejumlah lembaga pemeringkat.

Dalam jangka pendek, Rizal memperkirakan, tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut. Faktor utama yang perlu dicermati adalah belum meredanya ketegangan geopolitik serta belum pulihnya arus energi global, khususnya melalui Selat Hormuz.

baca juga

“Selama belum ada penurunan ketegangan yang nyata dan arus energi belum pulih, harga energi yang tinggi dan imbal hasil Amerika Serikat yang tetap tinggi akan terus menopang dolar AS,” katanya.

Ia menambahkan, potensi penguatan data ekonomi Amerika Serikat juga dapat memperpanjang tekanan terhadap rupiah, terutama jika pasar kembali mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga di negara tersebut.

Kendati demikian, Rizal menegaskan, pelemahan rupiah tidak akan berlangsung tanpa batas. Dalam waktu dekat, nilai tukar diperkirakan bergerak terbatas.

“Rupiah kemungkinan akan bergerak dalam rentang 16.900 hingga 17.000 per dolar AS dalam jangka pendek,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:54 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:42 WIB

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:41 WIB

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:31 WIB

Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Purbaya Sewot: Tanya BI, Kalau Saya Ngomong Nanti Bahaya

Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Purbaya Sewot: Tanya BI, Kalau Saya Ngomong Nanti Bahaya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Kian Kritis, Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Rupiah Kian Kritis, Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:21 WIB

Terkini

Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya

Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya

Bali | Senin, 28 September 2026 | 16:08 WIB

Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi

Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Melemah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:07 WIB

Soba Otentik Jepang Ini Diskon Jadi Rp50.000 Khusus Nasabah BRI

Soba Otentik Jepang Ini Diskon Jadi Rp50.000 Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 28 September 2026 | 16:06 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda

BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda

Kalbar | Senin, 28 September 2026 | 16:05 WIB

5 Eye Cream Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Samarkan Kerutan dan Mata Panda

5 Eye Cream Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Samarkan Kerutan dan Mata Panda

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 16:05 WIB

Kecelakaan Mobil Damkar di Jakut Bikin 3 Orang Luka, Polisi Beberkan Kronologinya

Kecelakaan Mobil Damkar di Jakut Bikin 3 Orang Luka, Polisi Beberkan Kronologinya

News | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

News | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing

Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

Tabrakan Beruntun di Jakut Libatkan Truk Damkar hingga Bus Transjakarta, 3 Orang Luka-luka

News | Senin, 28 September 2026 | 16:01 WIB

×