Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:08 WIB
DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?
Managing Director, Stakeholder Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas. Foto Fadil-Suara.com
baca 10 detik
  • Danantara Indonesia akan mengoperasikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia mulai 1 Juni 2026 untuk mengelola perdagangan komoditas strategis.
  • Fase pertama operasional dilakukan sebagai regulator transaksional untuk melakukan supervisi dan penilaian terhadap seluruh aktivitas ekspor komoditas nasional.
  • Fase kedua, perusahaan bertransformasi menjadi pelaku dagang aktif guna meningkatkan cadangan devisa melalui penguasaan penjualan komoditas ke pasar internasional.

Suara.com - Danantara Indonesia tengah mematangkan langkah strategis untuk mengoptimalkan tata kelola perdagangan komoditas bernilai tinggi milik negara.

Lembaga ini menyiapkan anak usahanya, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), untuk mengemban misi baru dalam mengendalikan alur ekspor dan memperkuat cadangan devisa nasional.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengungkapkan bahwa perusahaan baru ini dijadwalkan akan mulai beroperasi secara efektif pada 1 Juni 2026. Dalam implementasinya, peran DSI di pasar perdagangan internasional akan berevolusi secara bertahap.

Rohan menjelaskan bahwa cetak biru operasional DSI akan dibagi ke dalam dua fase kerja yang ketat. Fase pertama direncanakan berjalan mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026. Pada paruh kedua tahun ini, DSI akan mengambil peran di balik layar sebagai regulator transaksional.

"Di fase pertama, DSI ini akan menjadi fungsi penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas-komoditas tertentu yang akan diekspor," jelas Rohan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pada tahapan awal ini, DSI memiliki kewenangan penuh untuk melakukan supervisi, pemeriksaan, serta penilaian terhadap setiap transaksi ekspor komoditas strategis.

Langkah pengawasan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh aktivitas perdagangan di pintu keluar pabean telah berjalan sesuai dengan koridor hukum dan mekanisme harga yang ditetapkan pemerintah.

Setelah merampungkan fase konsolidasi di akhir tahun, DSI akan langsung tancap gas memasuki fase kedua. Pada tahap lanjutan ini, korporasi akan bertransformasi penuh menjadi pelaku perdagangan aktif atau bertindak sebagai trading house secara langsung.

"Kalau di tahap kedua, PT DSI ini akan menjadi perusahaan trader. Jadi artinya dia langsung membeli," imbuh Rohan.

baca juga

Lewat skema komersial murni tersebut, DSI tidak lagi sekadar menjadi perantara, melainkan akan memotong rantai pasar dengan membeli komoditas strategis langsung dari para eksportir domestik. Setelah melakukan penyelesaian pembayaran kepada produsen lokal, DSI yang akan menguasai kepemilikan fisik barang dan menavigasi proses penjualan ke pasar internasional secara mandiri.

Konsekuensi dari model bisnis ini membuat DSI memegang tanggung jawab penuh terhadap segala bentuk mitigasi risiko perdagangan yang muncul, mulai dari fluktuasi harga komoditas global hingga risiko pengiriman logistik.

"Artinya membeli itu membayar kepada eksportir. Dia pegang barang, jadi risiko jual belinya ada di PT DSI," kata Rohan.

Rohan juga menggarisbawahi bahwa seluruh hasil penetrasi pasar internasional tersebut nantinya akan diterima dalam bentuk valuta asing (valas) sesuai dengan denominasi negara tujuan kerja sama.

Kendati demikian, manajemen menjamin sistem keuangan dalam negeri akan mendapat dampak positif instan karena seluruh dana hasil likuidasi perdagangan tersebut diwajibkan masuk kembali ke kas negara tanpa ada kebocoran di luar negeri.

"Dan kemudian dana itu akan kembali ke Indonesia secara full untuk hasil penjualannya," pungkas Rohan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:34 WIB

Petani Sawit Protes Badan Ekspor, Mirip Monopoli Cengkeh Era Soeharto

Petani Sawit Protes Badan Ekspor, Mirip Monopoli Cengkeh Era Soeharto

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:07 WIB

Airlangga: Pengaturan Ekspor SDA Sudah Mendesak!

Airlangga: Pengaturan Ekspor SDA Sudah Mendesak!

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:41 WIB

Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia

Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:15 WIB

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya

Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Dari Belajar - Menjadi Dampak, United Tractors Hadirkan UNTUK Indonesia

Dari Belajar - Menjadi Dampak, United Tractors Hadirkan UNTUK Indonesia

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Transisi Energi Tak Cukup Ganti Sumber Energi: Mengapa Geothermal Perlu Dikaji Ulang?

Transisi Energi Tak Cukup Ganti Sumber Energi: Mengapa Geothermal Perlu Dikaji Ulang?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Haikyuu!! Bagikan Visual dan Video Promosi Baru untuk Dua Proyek Anime 2027

Haikyuu!! Bagikan Visual dan Video Promosi Baru untuk Dua Proyek Anime 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Mentan Amran Bilang Stok Beras di NTT Cukup untuk Kebutuhan hingga 1 Tahun

Mentan Amran Bilang Stok Beras di NTT Cukup untuk Kebutuhan hingga 1 Tahun

Sumut | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:24 WIB

El Nino Berpotensi Jadi Bencana Iklim Terhebat Sepanjang Sejarah hingga Awal Tahun 2027, Kenapa?

El Nino Berpotensi Jadi Bencana Iklim Terhebat Sepanjang Sejarah hingga Awal Tahun 2027, Kenapa?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:20 WIB

6 Cara Membalik Sponge Cushion yang Mulai Kering

6 Cara Membalik Sponge Cushion yang Mulai Kering

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Politik di Ruang Pengasuhan: Kecemasan Membesarkan Anak di Negeri Sendiri

Politik di Ruang Pengasuhan: Kecemasan Membesarkan Anak di Negeri Sendiri

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Mending Kulkas Inverter atau Konvensional? Cek Mana yang Lebih Hemat Listrik

Mending Kulkas Inverter atau Konvensional? Cek Mana yang Lebih Hemat Listrik

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:13 WIB

645 Rumah Khusus Tahap V Diserahkan, Brantas Abipraya Dukung Eks Pejuang Timor-Timur

645 Rumah Khusus Tahap V Diserahkan, Brantas Abipraya Dukung Eks Pejuang Timor-Timur

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:11 WIB

×