Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:16 WIB
Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp424,7 triliun per Mei 2026 untuk mendukung pertumbuhan kredit sektor prioritas nasional.
  • Alokasi dana tersebut disalurkan melalui berbagai kelompok bank, seperti bank BUMN, bank swasta, BPD, dan kantor cabang bank asing.
  • Peningkatan likuiditas moneter dan pertumbuhan uang beredar bertujuan menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hal ini guna mendorong pertumbuhan kredit perbankan, pembiayaan sektor prioritas, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan hingga pekan pertama Mei 2026, insentif KLM tercatat mencapai Rp424,7 triliun sebagai bagian dari strategi penguatan likuiditas perbankan dan dukungan, terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dari total insentif KLM sebesar Rp424,7 triliun, alokasi melalui lending channel mencapai Rp361,0 triliun, sementara interest rate channel sebesar Rp63,7 triliun," katanya dalam RDG secara virtual, Kamis (21/5/202).

Berdasarkan kelompok bank, penyaluran KLM terbesar diberikan kepada bank BUMN sebesar Rp214,2 triliun. Selain itu bank swasta hingga kantor cabang luar negeri juga kebanjiran likuiditas dari BI. 

"Sementara itu, bank umum swasta nasional (BUSN) menerima Rp171,1 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) sebesar Rp30,6 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) sebesar Rp8,2 triliun, " jelasnya. 

Menurut Perry Warjiyo, kebijakan likuiditas Bank Indonesia tersebut diarahkan untuk mempercepat penyaluran kredit kepada sektor-sektor prioritas seperti pertanian, industri, hilirisasi, jasa, ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan, serta UMKM dan ekonomi berkelanjutan. 

“Ke depan, KLM akan terus diperkuat dengan memberikan insentif bagi bank yang meningkatkan pembiayaan dan pendanaan, termasuk non-kredit dan non-DPK, serta bagi bank yang menetapkan suku bunga kredit atau pembiayaan yang sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia,” terang Perry Warjiyo.

Selain memperkuat kebijakan makroprudensial, BI juga mencatat pertumbuhan jumlah uang beredar yang lebih tinggi sejalan dengan kebijakan ekspansi likuiditas moneter. 

Uang primer atau M0 pada April 2026 tumbuh sebesar 14,1 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 11,8 persen.

baca juga

Pertumbuhan M0 terutama dipengaruhi oleh peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh 28,4 persen secara tahunan serta kenaikan uang kartal sebesar 14,6 persen. 

BI menilai kondisi tersebut didorong oleh operasi moneter yang lebih ekspansif dan meningkatnya kebutuhan likuiditas perbankan untuk pembayaran dividen.

Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 tercatat tumbuh 9,7 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 8,7 persen. 

Pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit perbankan.

Perry Warjiyo menegaskan, Bank Indonesia akan terus menjaga pertumbuhan uang beredar agar tetap konsisten dalam mendukung stabilitas ekonomi, pengendalian likuiditas, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi kebijakan bersama pemerintah. 

Ilustrasi bank. [Pixabay]
Ilustrasi bank. [Pixabay]

Dukungan likuiditas perbankan dan penguatan kredit sektor prioritas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

Terkini

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:51 WIB

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan

Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:38 WIB

Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra

Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet

Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:23 WIB

Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari

Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:21 WIB

×