- Indeks Harga Saham Gabungan merosot tajam pada 21 Mei 2026 akibat arus keluar dana asing yang sangat deras.
- Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp508,11 miliar di pasar reguler, dipimpin oleh saham PT Aneka Tambang.
- Meskipun terjadi tekanan jual besar, beberapa saham seperti PT Bumi Resources tetap mencatatkan nilai beli bersih dari investor.
Suara.com - Dana asing masih deras keluar dari Pasar Saham. Hal inilah yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam pada perdagangan, Kamis, 21 Mei 2026.
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, pada hari ini investor asing kembali mencatatkan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp 508,11 miliar.
Dengan tambahan nilai itu, Secara kumulatif hingga saat, duit investor telah lenyap dari pasar reguler sebesar Rp 51,42 triliun.
Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 204,15 miliar.
![Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/21/50964-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham.jpg)
Tak hanya ANTM, saham perbankan besar juga masih mengalami tekanan jual. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net foreign sell Rp 145,92 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 141,50 miliar.
Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dilepas asing senilai Rp 134,66 miliar serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 119,29 miliar.
Di tengah derasnya arus keluar dana asing, sejumlah saham justru masih diburu investor mancanegara. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi emiten dengan nilai net foreign buy terbesar mencapai Rp 203,87 miliar.
Selanjutnya, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dibeli asing senilai Rp 173,34 miliar, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp 87,71 miliar.
Kemudian, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan net foreign buy Rp 62,81 miliar dan PT Dewata Freightinternational Tbk (DEWA) sebesar Rp 60,35 miliar.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.