Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Dicky Prastya

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB
Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih aman dan jauh dari krisis 1998.
  • Pemerintah Indonesia secara resmi menolak tawaran bantuan utang dari IMF dan World Bank karena kondisi APBN tetap kuat.
  • Pemerintah menargetkan penguatan ekonomi nasional melalui peran sektor swasta agar jumlah penduduk miskin berkurang dalam enam bulan ke depan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kalau kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak akan seperti krisis 1998. Ia optimistis ekonomi RI bakal terus menguat.

Menkeu Purbaya menyebut kalau saat ini banyak publik khawatir soal kondisi ekonomi lantaran banyaknya isu sentimen negatif yang beredar di media sosial, termasuk TikTok.

Bendahara Negara menilai kalau saat ini fundamental ekonomi Indonesia masih aman. Sedangkan lemahnya nilai tukar Rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbeda dengan fondasi ekonomi.

"Jadi Rupiah dan IHSG itu beda dengan fondasi ekonomi, kadang-kadang ya. Karena di situ ada ekspektasi juga ke depan seperti apa. Nilai tukar rupiah dipenuhi ekspektasi, nilai pasar saham juga dipenuhi ekspektasi, ketika banyak berita negatif," katanya dalam acara Jogja Financial Festival, dikutip dari YouTube Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), MInggu (24/5/2026).

Purbaya bercerita kalau ekonomi Indonesia banyak diserang berita negatif sejak akhir tahun 2025 lalu. Mulai dari lembaga pemeringkat Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga Rupiah lemah.

Walhasil banyak publik berspekulasi dan membuat sentimen ekonomi RI semakin memburuk ala krisis 98. Padahal saat ini Pemerintah sedang terus memperbaiki kondisi ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva saat melakukan pertemuan di Amerika Serikat. [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva saat melakukan pertemuan di Amerika Serikat. [Dok. Kemenkeu]

Bahkan Purbaya mengklaim kalau Pemerintah saat ini tidak akan mengulangi krisis 98 lantaran tidak adanya peran dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund atau IMF).

"Kita enggak akan mengulangi 1998 lagi, karena waktu itu kan ada IMF. Kalau sekarang kan saya bukan IMF. Saya pinteran dikit dari IMF," timpal dia.

Untuk itu ia meminta publik tidak takut dengan kondisi ekonomi RI. Purbaya menyebut Bank Indonesia (BI) juga bakal memulihkan ekonomi agar sektor swasta ikut berperan.

baca juga

Bahkan Purbaya percaya diri kalau enam bulan ke depan orang miskin bakal berkurang.

"Sehingga kita pertumbuhannya didorong oleh swasta dan domestik. Saya pikir enam bulan dari sekarang akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah, akan semakin berkurang dan semakin berkurang lagi," tegasnya.

Purbaya tolak bantuan utang IMF dan World Bank

April lalu, Menkeu Purbaya sempat menolak bantuan utang dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank atau Bank Dunia saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu, Menkeu Purbaya ditanya apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih kuat di tengah kondisi gejolak ekonomi buntut perang AS vs Iran, termasuk kenaikan harga minyak.

"Minggu lalu di IMF Spring, banyak yang tanya, saya ulangi lagi. 'Memangnya APBN kita kuat menahan kenaikan harga minyak dunia?' Saya bilang kuat, pertahanan kita berlapis-lapis," katannya dalam acara Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Bendahara Negara beralasan kalau dirinya masih memiliki dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau kas Pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia sebesar Rp 420 triliun.

Kendati begitu Purbaya yakin kalau Pemerintah tidak akan menggunakan dana SAL. Bahkan apabila kepepet, ia menjamin tidak akan memakai kas pemerintah tersebut.

Di pertemuan itu juga Purbaya mengungkapkan kalau IMF dan World Bank menawarkan bantuan utang kepada negara-negara yang mengalami kesulitan.

Kedua lembaga internasional itu sudah menyediakan uang 25-30 Miliar Dolar AS (sekitar Rp 429,2 T hingga Rp 515 T). Tapi Purbaya menolak bantuan utang tersebut.

"Sekarang saya belum butuh. Saya punya SAL aja segitu, 25 miliar Dolar AS lebih ya. Jadi kondisi kita aman, defisit terkendali, buffer cukup," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:04 WIB

Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax

Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:05 WIB

Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana

Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:37 WIB

Terkini

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

5 HP Murah dengan Dukungan Update Bertahun-tahun, Pas Buat Jangka Panjang

5 HP Murah dengan Dukungan Update Bertahun-tahun, Pas Buat Jangka Panjang

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan

Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:18 WIB

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:10 WIB

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:06 WIB

×