- Menkeu Purbaya kurban sapi Crossing Simental 868 kg di Masjid Salahuddin DJP Jakarta.
- Purbaya tegaskan dana kurban dari kantong pribadi, hasil bonus dan tabungan gagal haji.
- Menkeu maknai Idul Adha sebagai momentum perkuat rasa kemanusiaan dan keadilan sosial.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa hewan kurban yang diserahkannya pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah murni menggunakan dana dari kantong pribadinya, bukan anggaran negara yang ada di APBN.
Usai melaksanakan salat Id bersama jajaran pegawai Kementerian Keuangan di Masjid Salahuddin, kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, sang Bendahara Negara ini diketahui langsung menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi jenis Crossing Simental berbobot fantastis, yakni 868 kilogram.
Purbaya dengan tegas meluruskan asal-usul dana pembelian sapi jumbo tersebut. Ia memastikan bahwa hewan kurban yang diserahkannya murni bersumber dari kantong pribadinya, bukan difasilitasi oleh anggaran negara alias menggunakan dana APBN.
"Yang di rumah juga dana pribadi, kan lumayan ada bonus. Jadi kita pakai di sini. Terus kan enggak jadi haji. Jadi dikumpulkan di sini," ujar Purbaya dengan nada santai usai pelaksanaan salat Idul Adha, Rabu (27/5/2026).
Purbaya membeberkan bahwa anggaran kurban tahun ini didapatkan dari bonus kerja yang diterimanya, ditambah dengan sisa tabungan yang awalnya dialokasikan untuk keberangkatan ibadah haji tahun 2026. Namun, karena satu dan lain hal, rencana menunaikan rukun Islam kelima tersebut terpaksa tertunda.
Meski terselip rasa kecewa karena batal menginjakkan kaki di Tanah Suci tahun ini, Purbaya mencoba tetap berlapang dada dan mengalihkan energinya untuk berbagi melalui kurban. Selain di kantor DJP, Purbaya juga menyumbangkan satu ekor sapi lagi di kediaman pribadinya yang berlokasi di Ciganjur, Jakarta Selatan.
"Sedih, tapi memang bukan rezeki, mudah-mudahan tahun depan bisa," ungkapnya haru.
Bagi Purbaya, Idul Adha bukan sekadar ritual keagamaan tahunan yang lewat begitu saja. Ia berpesan agar momentum ini dijadikan refleksi mendalam bagi seluruh jajaran Kemenkeu dan masyarakat untuk memperkuat rasa kemanusiaan serta keadilan sosial. Menurutnya, hewan kurban yang disalurkan hari ini merupakan simbol nyata dari komitmen gotong royong untuk saling berbagi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.