Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah

Irwan Febri

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:36 WIB
Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah
Owner Owah Cafe, Sukamto, berpose di depan cafe miliknya. (Suara.com/Irwan Febri)
baca 10 detik
  • Sukamto, pensiunan PNS asal Klaten, menyulap rumah mangkrak di tengah sawah menjadi usaha kuliner bernama Owah Cafe.
  • Sejak dibuka tahun 2020, usaha sempat mengalami kerugian operasional besar akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun pertama.
  • Sukamto memanfaatkan modal KUR BRI untuk membangun ruang indoor, yang berhasil meningkatkan kapasitas serta pendapatan bisnisnya.

Suara.com - Mental Sukamto, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), di Klaten, Jawa Tengah, terbilang luar biasa. Ia nekat membeli rumah yang mangkrak selama 20 tahun di tengah sawah dan kini disulap menjadi kafe megah.

Sukamto merupakan pensiunan PNS guru seni dari Grobogan. Selepas pensiun dari pengabdian sebagai pendidik anak bangsa, dirinya pulang ke Klaten, ke rumah mertua bersama istri dan anaknya.

Namun, Sukamto ingin tinggal mandiri dan tidak merepotkan mertua ketika pindah ke Klaten. Sehingga, dirinya memilih membeli rumah di tengah sawah yang sudah kosong selama 20 tahun.

Kondisi rumah yang lawas dan letaknya di tengah sawah membuat istri dan anaknya tidak ikut tinggal. Bahkan, keputusan nekat sempat membuat dirinya mendapat celetukan gila oleh sang istri.

Pemilik Owah Cafe, Sukamto, ketika menceritakan perjalanan hidupnya. (Suara.com/Irwan Febri)
Pemilik Owah Cafe, Sukamto, ketika menceritakan perjalanan hidupnya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Dulu saya PNS di Grobogan. Istri saya asal Klaten, saya pindah ke sini dan beli ini. Rumah lama ini di tengah sawah. Ini sudah mangkrak 20 tahun tidak dihuni, gara-gara tidak ada jalan. Tapi akhirnya saya beli," kata Sukamto kepada Suara.com.

"Semua keluarga menetang. Saya 3 tahun di situ, sendirian. Sampai dibilang, 'Papahmu gila itu, masak hidup di sawah'," kenangnya sembari tertawa.

Sukamto tahu bahwa itu adalah guyonan biasa dari istrinya. Sebab, meski tinggal sendiri, sang istri kerap datang untuk mengunjungi dirinya hingga akhirnya memutuskan tinggal serumah bersama anaknya juga hingga sekarang.

"Saya kan orang seni, pendidikan seni saya. Saya ingin menyulap barang jelek menjadi bagus. Itu adalah kemampuanku seperti itu," ungkap Sukamto.

"Gara-gara Covid ada hikmahnya. Adik ipar kena Covid, akhirnya ngungsi. Anak saya ngungsi, malah kerasaan. Awalnya ngga mau, turun di motor saja tidak mau," lanjutnya.

baca juga

Namun, Sukamto yang memang berjiwa seni memiliki insting berbeda mengenai rumah tersebut. Siapa sangka, dengan jiwa kreatifnya, rumah itu disulap perlahan hingga menjadi tempat usaha yang diberi nama Owah Cafe.

"Saya kan orang seni, pendidikan seni saya. Saya ingin menyulap barang jelek menjadi bagus. Itu adalah kemampuanku seperti itu," ungkap Sukamto.

Perjalanan Tidak Mudah dan Penuh Tantangan

Sukamto membuka Owah Cofee pada 2020. Terbilang nekat, karena dibuka pada saat pademi COVID-19, yang mana banyak pembatasan aktivitas masyarakat.

Ia pun bercerita bahwa mengalami kerugian selama dua tahun. Per bulan, kerugian Rp10-15 juta untuk operasional, gaji karyawan, dan lain-lain.

Kerugian tersebut membuat sang anak khawatir hingga menyuruhnya untuk menutup usaha tersebut.

Pemilik Owah Cafe, Sukamto, ketika mencertakan perjalanan hidupnya. (Suara.com/Irwan Febri)
Pemilik Owah Cafe, Sukamto, ketika mencertakan perjalanan hidupnya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Buka tahun 2020, pas awal Covid. Justru itu, karena itu menjadi tolak ukur. Rata-rata orang tidak mau keluar, kan. Ternyata benar tidak mau keluar, rugi, tidak ada yang beli," kenang Sukamto.

"Tiap hari dapat 75 ribu, kadang 100 ribu, kadang kosong. Kadang ada grebekan jam 9 malam. Itu dua tahun rugi terus. Hampir kerugiannya 10-15 juta sebulan. Anak saya sampai nyuruh tutup," lanjutnya.

Namun, tipikal Sukamto yang santai dan diniatkan awalnya sebagai hiburan, maka Owah Cafe tetap bertahan. Ia terus berinovasi menu hingga fasilitas.

Owah Cafe tidak hanya menyajikan minuman, tetapi juga resto. Fasilitas juga semakin lengkap, karena ada dua lantai, banyak joglo, live music, dan sebagainya.

Suasana pengunjung ketika bersantai Owah Cafe pada siang hari. (Suara.com/Irwan Febri)
Suasana pengunjung ketika bersantai Owah Cafe pada siang hari. (Suara.com/Irwan Febri)

"Misi saya memang untuk hiburan. Tapi kalau hiburan terus, saya harus bayar karyawan sama tombok terus, nanti lama-lama habis uang saya," ujar Sukamto.

"Kemudian inovasi. Cafe kan beda dengan warung makan, yang bisa makan terus pulang. Makanya saya tambahi cafe dan resto. Menyediakan makanan-makanan khusus. Sekarang karyawan hampir 15, kalau casual banyak sekali. Terutama dapur itu, dapur banyak," imbuhnya.

Semakin Besar dengan Dibangun Ruang Indoor

Owah Cafe kini tidak lagi sekadar tempat nongkrong dan makan, tetapi juga tempat yang lebih multifungsi setelah Sukamto membangun ruang indoor. Bangunan baru itu kerap dijadikan ruang rapat dari berbagai instansi.

Dengan adanya kegiatan rapat, yang biasanya berisikan banyak orang, tentu turut membantu kuantitas penjualan makanan dan minuman yang ada di Owah Cafe.

Suasana rapat sebuah instansi di ruang indoor baru Owah Cafe. (Suara.com/Irwan Febri)
Suasana rapat sebuah instansi di ruang indoor baru Owah Cafe. (Suara.com/Irwan Febri)

Sukamto pun mengaku bahwa memanfaatkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk membangun ruang indoor itu.

Ia meminjam sebesar Rp100 juta, yang semua dialokasikan untuk membangun ruangan tersebut.

Tampak depan bangunan indoor baru Owah Cafe. (Suara.com/Irwan Febri)
Tampak depan bangunan indoor baru Owah Cafe. (Suara.com/Irwan Febri)

"Sejak awal jadi pegawai jadi nasabah BRI. Tahun berapa ya, 90-an lah dengan BRI. Pinjam-pinjam gitu. Bahkan transferan sertifikasi dari BRI juga sampai sekarang," kata Sukamto.

"Habis itu, ada KUR itu. KUR itu baru, pinjam 100 juta, saya paskan untuk membangun indoor. Saya paskan. Tidak boleh lebih dari 100 juta. Karena saya pengin keuntungan nanti untuk beli meja kursi atau untuk apa," imbuhnya.

BRI Berharap Bisa Terus Bersama Owah Cafe

Pihak BRI mengungkapkan bahwa pemilik Owah Cafe merupakan nasabah lama BRI Unit Klaten Utara dan telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk pengembangan usaha.

"Jadi, beliau itu nasabah lama di Unit Klaten Utara. Nasabah unit, kemudian punya fasilitas itu juga dari unit," kata SPO BRI Cabang Klaten, Nanik Dwi Retnawati.

"Terus menurut beliau sangat terbantu, fasilitas KUR bisa dipakai untuk tambah modal kerjanya. Cafenya jadi lebih gede," lanjutnya.

Tak hanya pembiayaan, BRI juga mendukung sistem transaksi non-tunai di Owah Cafe melalui fasilitas QRIS dan Electronic Data Capture (EDC).

Supervisor Pelayanan Operasional (SPO) BRI Cabang Klaten, Nanik Dwi Retnawati, ketika mengunjungi Owah Cafe. (Suara.com/Irwan Febri)
Supervisor Pelayanan Operasional (SPO) BRI Cabang Klaten, Nanik Dwi Retnawati, ketika mengunjungi Owah Cafe. (Suara.com/Irwan Febri)

"Kami juga support di mesin pembayaran, sudah kami berikan QRIS dan EDC," imbuhnya.

BRI pun berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut seiring perkembangan usaha Owah Cafe ke depannya.

"Harapannya nanti berkelanjutan dengan BRI. Kebetulan juga dia adanya pembayaran masuk di sini, semakin banyak transaksinya non cash. Sudah mengurani uang tunai.

"Nanti juga ada, sesudah menikmati KUR bisa lebih besar lagi perputaran uangnya yang masuk di BRI, bisa terus bersama BRI," lanjutnya.

Dari rumah tua di tengah sawah yang dulu dianggap tak layak dihuni, Sukamto membuktikan bahwa keberanian memulai, ketekunan bertahan, dan keyakinan pada mimpi perlahan bisa mengubah tempat sederhana menjadi ruang yang hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya

Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:12 WIB

Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United

Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:53 WIB

'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah

'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:00 WIB

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:42 WIB

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:30 WIB

Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan

Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:22 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan

Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:13 WIB

Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?

Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?

Health | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:13 WIB

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:11 WIB

6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius

6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:08 WIB

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:55 WIB

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:49 WIB

×